Julak Larau menyiapkan 500 buah kuriding untuk buat rekor.

Kuriding Membawa Berkah

Diposting pada

“Kuriding ini mengangkat namaku”.

Tangan terampil Julak Larau tak henti meraut. Pelepah enau itu harus jadi 500 buah kuriding dalam waktu lima bulan.

Kuriding merupakan salah satu alat instrument bunyi tradisional Banjar. Dulu digunakan untuk mengusir hama, kini sudah dijadikan instrument musik. Ada penambahan nada agar bunyinya melodis.

Julak Larau atau Budayawan Mukhlis Maman sedang dalam hajat besar. Museum Rekor Indonesia (MURI) akan mencatat peristiwa pembunyian 500 kuriding pada Februari 2020 nanti di Marabahan Barito Koala.

Mulai meraut sejak akhir agustus lalu, hingga kini, Selasa (1/10/2019) sore, sudah hampir 200 buah badan kuriding yang diraut. 100 diantaranya sudah siap pakai meski belum disetem.

Banyak yang ingin membantu, “ayo,” kata Julak. Dari  beberapa orang, mengaku tidak sanggup dengan kerumitan membuat kuriding. “Sampai leset tangannya,” ucap Julak menceritakan.

Intensif membuat kuriding sejak 2014 pun tak membuat Julak menganggap remeh apa yang tengah dilakoninya itu. Ia bahkan tak sekali dua berkeluh.

“Baru bisa membersihkan 20 badan kuriding dalam sehari,” ujarnya.

Badan kuriding sendiri, baru materi dasar instrumet harfa mulut tersebut. Badan kuriding bersih, pasang lagi materi tambahan seperti penarik dan penyeimbang alat getarnya. Baru setelah itu disetem bunyinya.

Meski demikian, Julak mendapat pelajaran. Apa yang selama ini ditekuni dengan telaten akan mendatangkan berkah. Bukan hanya materi, tapi juga bisa dalam bentuk martabat.

“Kuriding ini mengangkat namaku,” kata Julak Larau.

Julak memulai mempopulerkan kuriding yang selama ini terapit di samping pintu. Sekumpulan penggerak seni budaya Banua yang tergabung dalam NSA Project Movement menganugerahi Julak sebagai Maestro Kuriding pada September 2018 kemarin.

Selain membuat, Julak juga membuat kreasi kuriding. Bunyinya dijadikan musik. Mulai dari ensamble hingga mengisi lagu-lagu jenis populer daerah.

Pada Februari 2020 nanti, MuRI juga mencatat nada kuriding yang keluar. Julak pula yang meracik komposisinya.

500 kuriding, dimainkan 500 siswa se Batola dalam Festival Ije Jela. “Urusan mengenalkan teknik dasar, nanti ada tim,” kata Julak.

MAN N