JAKARTA – Penghargaan kembali diraih Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan. Kali ini dari hasil sukses di bidang lingkungan hidup.
Ada satu program dari Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Program Kampung Iklim (Proklim) namanya.
Program tersebut mendorong pemerintah daerah untuk berkontribusi secara nyata dalam pengendalian perubahan iklim di Indonesia. Pemprov Kalsel dinilai berhasil membina Kabupaten/Kota dalam melaksanakan Proklim.
Aula Manggala Wana Hakti Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia di Jakarta pada Rabu (2/10/2019) jadi saksi penganugerahan. Kalsel menerimanya bersama 5 provinsi dan 45 kabupaten/kota lainnya di Indonesia.
Penghargaan diserahkan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia Siti Nurbaya. Mewakili Pemprov Kalsel, yang menerima adalah Wakil Gubernur Kalsel H Rudy Resnawan.
“Penghargaan ini untuk seluruh masyarakarakat Kalsel,” ucap H Rudy Resnawan. Ia berharap penghargaan ini dapat memacu pemuda seluruh lapisan masyarakat untuk lebih peduli pada lingkungan.
Lingkungan hidup perlu dibangun dengan keseriusan. Tidak bisa setengah-setengah.
Seperti yang disampaikan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia Siti Nurbaya. Menurutnya, upaya menciptakan lingkungan yang sehat harus didukung dan diprogramkan secara nyata oleh Pemerintah Daerah.
“Kami sangat apresiasi kepada pemerintah daerah yang sangat aktif mendukung program kampung iklim ini. Jika semua pemerintah daerah peduli, maka lingkungan yang sehat akan dapat kita nikmati,” ungkap Siti Nurbaya.
Proklim sendiri merupakan program berlingkup nasional yang dikembangkan Kementerian LHK untuk mendorong partisipasi aktif masyarakat dan seluruh pihak. Ini juga dalam melaksanakan aksi lokal untuk meningkatkan ketahanan terhadap dampak perubahan iklim dan pengurangan emisi gas rumah kaca.
Festival Iklim 2019 mengambil tema “Emisi Menurun, Indonesia Maju Berketahanan Iklim”. Selain pemberian penghargaan, rangkaian Festival Iklim juga melakukan kegiatan talkshow, seminar, dan dialog interakti.
Dialog menghadirkan narasumber dari berbagai elemen, seperti pemerintah (pusat dan daerah), LSM, dunia usaha dan perguruan tinggi.ril
