Covid-19 masih menginfeksi negeri, di Indonesia sendiri tercatat lebih dari 45 ribu orang terpapar Covid-19. Selain persoalan kesehatan, persoalan lain juga muncul akibat pandemi ini, salah satunya adalah bansos.
Bansos merupakan kebijakan yang diambil pemerintah pusat maupun daerah guna meringankan beban masyarakat, akibat PHK atau menurunnya pendapatan bagi bedagang.
Data penerima bansos di beberapa desa di kabupaten Barito Timur sering dipermasalahkan oleh masyarakat. Menghadapi persoalan tersebut pemdes Luau Jawuk, kecamatan Paku berusaha tidak terbawa emosi.
Cahyono, Kepala Desa Luau Jawuk menjelaskan bahwa warganya tidak termasuk sebagai penerima KPM (Keluarga Penerima Manfaat). Sementara itu, BST dari Pemerintah Pusat terdapat 33 KK warga Desa Luau Jawuk terdata sebagai penerima. Saat ini di Desa Luau Jawuk terdapat 154 kepala keluarga yang menempati empat RT.
“Saat ini ada 10 KK yang terdata sebagai penerima BST dari Pemerintah Pusat, padahal data yang diusulkan adalah 12 KK. Dua KK tidak dapat dicairkan untuk tahap pertama, masih kita cari tahu penyebabnya. Sedangkan, 33 KK penerima selanjutnya masih belum kita ketahui kepastiannya. Namun, kita sama sama berharap 33 KK tersebut akan menerima bantuan tersebut”, ungkap Cahyono, pada Sabtu (20/6).
Selain KPM dan BST, Cahyono juga memaparkan bahwa pihaknya telah membagikan BLT Dana Desa kepada 39 KK.
“Kita sudah membagikan bantuan kepada 39 KK terdata. Padahal data sebelumnya yang kita anggarkan ada 61 KK, tetapi untuk menghindari tumpamg tindih data penerima bantuan, kita kurangi, karena beberapa KK terdata sebagai penerima BST dari Pemerintah Pusat”, terang Cahyono.
Sebagai Pemerintah Desa, Cahyono mengungkapkan bahwa pihaknya siap memperjuangkan kepentingan dan hajat warga Desa Luau Jawuk. (gaz/nun)
