Siapapun bisa saja terpapar Covid-19. Tinggal cara kita menghadapinya. Seperti yang diungkapkan Kapten Inf Ikhlas, anggota Korem 101/Antasari yang berhasil sembuh dari Covid-19, berfikir positif adalah kuncinya.
Kapten Inf Ikhlas tepat satu bulan menjalani karantina di Balai Pemberdayaan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Banjarbaru. Masuk pada 28 Mei, dinyatakan sembuh pada 28 Juni. Ia pun kini sudah mengantongi surat keterangan sehat.
Pada mulanya, Kapten Inf Ikhlas merasakan kurang nyaman pada kondisi badannya. Usai lebaran, kurang enak badan ditambah hilangnya rasa saat makan. Ia pun berinisiatif mengecek kesehatannya ke rumah sakit.
Kesimpulan dokter, Kapten Inf Ikhlas mengalami gejala ringan. Ada bercak putih di dalam tubuhnya. Sebagai pemanganan awal, ia mengarantina diri secara mandiri di rumah.
“Hari kedua sore pas ashar, dada berdebar dan keluar keringat dingin. Saya batalkan solat. Minum, normal,” ujarnya saat bercerita pada wartawan di 101 Caffee Banjarmasin, Selasa (30/6) siang.
Tidak habis sampai di situ, menjelang malam Kapten Inf Ikhlas masuk IGD. Cek awal masih sama, hanya tegangan darah yang lebih tinggi.
Satu jam kemudian ia dinyatakan harus masuk isolasi. Tepatnya pada 28 Mei. Dua hari kemudian ia menjalani rapid test lagi. Hasinya memang reaktif. Tepat pada 1 Juni tes swab diikuti Kapten Inf Ikhlas. Dua hari kemudian, hasilnya menyatakan positif. Rumah Sakit menyuruhnya untuk menunggu hasil swab kedua dengan masih karantina.
Hasilnya, Kapten Inf Ikhlas memang positif Covid-19. Keluarganya di rumah pun juga melalui tes swab. Semuanya kemudian mengalami kenyataan serupa, positif.
Selama karantina di BPSDM Banjarbaru, Kapten Inf Ikhlas merasa sangat terfasilitasi. Menurutnya, tidak perlu ragu untuk mengikuti anjuran pemerintah.
“Secara nutrisi disiapkan maksimal,” ujarnya.
Kapten Inf Ikhlas adalah Kepala Jasmani Korem 101/Antasari. Saat menjalani karantina, ia pun didaulat sebagai koordinator. Sebagai anggota TNI, dirinya merasa perlu membagikan semangat yang positif pada yang lainnya.
“Kegiatan rutin kita, pagi sholat, kemudian cek tensi dan konsultasi. Dilanjutkan dengan senam. Begitu juga dengan sore harinya,” kata Kapten Inf Ikhlas.
Dengan pengalaman tersebut, Kapten Inf Ikhlas menyimpulkan jika tidak ada obat khusus yang mendorong kesembuhannya. Ia menegaskan, fikiran yang positif adalah kuncinya.
Selain itu, mendekatkan diri pada Sang Pencipta menurutnya adalah pilihan tepat untuk mendorong agar fikiram tetap positif. “Tepat subuh 28 Juni itu saya khatam Alquran,” ucapnya.
Kesembuhan Kapten Inf Ikhlas turut menggembirakan Komandan Korem 101/Antasari Brigjen TNI Firmansyah. Menurutnya, ini berita positif yang harus disebarkan.
“Jangan takut divonis. Memang tidak ada yang mau. Siapasaja bisa terpapar. Jika imun kita tinggi buktinya bisa sembuh sendiri,” kata Brigjem TNI Firmansyah.
