BANJARMASIN – Memenuhi diundang para wakil rakyat untuk audiensi, maka beberapa wakil Pekerja Buruh Banua pun datang ke Gedung DPRD Kalimantan Selatan (Kalsel) di Jalan Lambung Mangkurat, Banjarmasin, Senin (27//2020).
Kedatangan mereka sebenarnya disambut dengan baik, dan dipersilakan masuk ke Ruangan Ismail Abdullah, Sekretariat DPRD Kalsel.
Hanya saja, begitu diberikan kesempatan memberi kata pengantar, perwakilan Pekerja Buruh Banua langsung menyampaikan kekecewaan. Tak banyak buang waktu, mereka kemudian angkat kaki dari Rumah Banjar. Ada apa?
Raupanya, Pekerja Buruh Banua yang merupakan aliansi dari beberapa serikat pekerja di Kalsel seperti KSPSI, SPMI, dan KSBSI, ini merasa kurang dihargai.
Niat awalnya, Pekerja Buruh Banua ini datang ke dewan untuk menyampaikan aspirasi terkait dibahasnya omnibus law di DPR RI.
Tapi itu tadi, pertemuan yang difasilitasi Sekretariat DPRD Kalsel itu belum sempat memasuki inti pembicaraan, perwakilan para buruh itu sudah serempak meninggalkan ruangan.
Mereka sangat kecewa. Pasalnya, hanya dua orang anggota dewan yang hadir menerima kedatangan mereka. Yakni Ketua Komisi IV DPRD Lutfi Saifuddin, dan anggotanya, Hasib Salim.
Pekerja Buruh Banua lebih kecewa, karena tidak ada pimpinan DPRD yang datang. Karena tak sesuai harapan, ruangan pun ditinggalkan dengan tertib.
“Ternyata DPRD Kalsel tidak menganggap kita,” kata Yuyun Endarto, perwakilan Pekerja Buruh Banua, kepada wartawan.
Menurut Yuyun, pihaknya sebelumnya merencanakan unjuk rasa. Surat pemberitahuan pada sekretariat dewan dilayangkan pada 22 Juli lalu. Tanggapannya, mereka diundang untuk audiensi di dalam Ruangan Ismail Abdullah, Sekretariat DPRD Kalsel.
“Padahal banyak yang ingin kita bicarakan. Bukan hanya menyuarakan soal buruh. Termasuk dunia pendidikan di dalam omnibus law,” ucapnya.
Pekerja Buruh Banua kemudian mengancam akan menggelar aksi lanjutan. “Dalam satu dua minggu ini, akan ada aksi dengan ribuan masa turun ke jalan,” kata Yuyun lagi.
Ketua Komisi IV DPRD Kalsel Lutfi Siafuddin mengatakan, soal pertemuan hari ini sebenarnya sudah diketahui anggota dewan yang lain. Namun karena banyaknya kegiatan, tak semua bisa menghadiri pertemuan yang sudah direncanakan ini.
“Jangan diartikan ini tidak menghargai para buruh. Yakin saja, kami bekerja secara kolektif kolegial,” ujarnya.
Meski demikian, Lutfi berjanji akan menindaklanjuti tuntutan yang disampaikan Pekerja Buruh Banua.
Soal omnibus law misalnya, Lutfi sendiri sepakat perlu ada banyak hal yang dihapus. “Pasal merugikan daerah harus dihapus, walau bukan sepenuhnya,” ujarnya.[]
Editor: Almin Hatta
