TAMIYANGLAYANG – Jumlah pasien terpapar Covid-19 di Kabupaten Barito Timur (Bartim) terus bertambah. Akibatnya, ruang penampungan pasien yang ada di rumah sakit sudah hampir penuh.
Karenanya, Tim Gugus Tugas Penanggulangan Covid-19 Bartim menjadikan Kantor Dinas Kesehatan sebagai tempat isolasi pasien hasil rapid test yang reaktif.
Kepala Dinas Kesehatan Bartim dr Simon Biring, terkait dengan hal tersebut, menyatakan, daya tampung RSUD Tamiang Layang semakin berat atau hampir penuh. “Jumlah ruangannya juga kurang. Jadi kita siapkan Kantor Dinas Kesehatan untuk tempat isolasi,” katanya, Senin (27/07/2020).
Menurut Simon Biring, Kantor Dinas Kesehatan Bartim untuk sementara pindah ke Kantor Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB). “Sebenarnya Kantor Dinas Kesehatan ini pinjam pakai, milik RSUD,” ujarnya.
Semua bangunan ini nanti akan masuk ke RSUD, kecuali gudang farmasi. “Dinas Kesehatan nantinya akan kita jadikan tempat isolasi pasien Suspek dan hasil Rapidnya reaktif,” ucapnya.
Simon Biring selaku Koordinator Bidang Pencegahan Gugus Tugas Penanggulangan Covid-19 Bartim berharap, penyebaran Covid-19 di Bartim tidak berkembang cepat. “Untuk hasil rapid test yang reaktif, nanti juga akan kita isolasi. Namun karena tampung RSUD tidak cukup, jadinya dilakukan isolasi mandiri,” katanya.
Simon Birin mengungkapkan, selama ini ada yang hasil rapid tesnya positf, tapi tidak disiplin, masih keluyuran. “Harusnya patuh kepada protokol kalau hasil rapinya reaktif. Isolasi mandiri dulu di rumah, sambil menunggu hasil Swabnya keluar,” tegasnya.
Sementara itu, kalau nantinya Kantor Dinas Kesehatan dijadikan tempat isolasi, maka Kepala Desa Dorong, Superson, secara pribadi dan selaku Kades, mengharapkan kepada pemerintah daerah agar menjamin keamanan masyarakat samping kiri, kanan, muka, belakang, tetap terjaga.
Pasalnya, Kantor Dinas Kesehatan Bartim berlokasi di Desa Dorong, dan di sekelilingnya banyak pemukiman warga. “Kami berharap, pasien yang positif Covid-19 dan ditampung di situ, tidak berkeliaran kemana-mana,” ujarnya.
Menurut Superson, penularan Covid-19 tidak serta-merta melalui udara. “Karena itu, saya pribadi dan selaku Kades tidak menolak dan mendukung kalau Kantor Dinas Ksehatan dijadikan tempat isolasi,” katanya.[]
Editor: Almin Hatta
