DATU NAGA (Bagian 1)

  • Whatsapp
DATU NAGA (Bagian 1)
Ilustrasi: Nun (maknanews.com)

Cerita dari Nun

WALANDA telah menjajah Hindish selama 300 tahun lamanya. Hampir semua daerah di Hindish telah dikuasai oleh Walanda. Pabrik-pabrik dibangun untuk eksploitasi hasil bumi Hindish dengan keuntungan untuk kerajaan Walanda. Pribumi, orang asli Hindish berada dalam kemiskinan yang sangat menyedihkan. Para pekerja-pekerja pribumi bekerja keras tanpa menerima upah yang pantas. Tanah-tanah milik para petani pribumi disewa untuk kepentingan pabrik dengan biaya sewa yang murah. Sementara itu, para pembesar-pembesar Walanda hidup dalam kekayaan. Pembesar-pembesar Walanda yang menjabat di Pabrik biasanya berlaku semena-mena pada pribumi, entah petani, ataupun pegawai pabrik. Hampir semua kampung sudah dikuasai Walanda, salah satunya yang tidak dapat dikuasai Walanda adalah Kampung Kurungan.

Kampung Kurungan terletak di tengah-tengah pulau Kurungan, sama dengan nama kampungnya. Seperti namanya, pulau kurungan di kepung (kurung) oleh sungai selebar 38 depa tidak kurang tidak lebih. Oleh karena itu, pulau itu disebut dengan nama pulau Kurungan (Pulau yang dikurung/ dikepung sungai). Begitu juga dengan nama kampung yang ada tepat di tengah pulau tersebut. Menurut kabar yang beredar pada koran Walanda dan Melayu, pulau Kurungan terkenal dengan hasil bumi berupa besi. Uniknya, meskipun pengetahuan Eropa tidak pernah menjamah pulau Kurungan, penduduk kampung memiliki cara tersendiri untuk menambang besi yang berada di pulau Kurungan. Mereka menjual berbagai macam alat yang terbuat dari besi. Dibuat sendiri. Masih menjadi misteri apa yang membuat penduduk pulau Kurungan memiliki keterampilan menambang dan mengolah hasil bumi mereka. Bagaimana mereka bisa?

Tidak kalah pamor dengan tambang besinya, pulau Kurungan juga terkenal dengan cerita Datu Naga.

Konon pulau Kurungan dijaga oleh seekor naga yang sangat besar, berdiam melingkari pulau Kurungan. Nama kurungan juga diambil dari rumor tentang naga yang melingkari pulau untuk menjaganya. Bahkan, dikabarkan Naga itu memiliki tanduk besi, kuku besi, taring besi yang sangat besar, tiga kali lebih besar dari orang Walanda. Lalu bagaimana besar naga itu seutuhnya? Dikabarkan oleh seorang Walanda yang kabur melihat kengerian naga itu ketika menampakkan taring dan kukunya sekaligus. Bahkan suara naga itu pun sudah membuat perasaan siapa saja yang mendengarnya kehilangan kebahagiaannya.

Orang Walanda itu bernama Van Abler, ia seorang prajurit yang waktu itu ditugaskan bersama 100 orang lainnya untuk mengepung pulau Kurungan dan merebut pulau Kurungan. Namun, yang dialaminya adalah ketakutan dan kekalahan di pihak prajurit Walanda. Tujuh puluh delapan prajurit tumbang dalam pertempuran dengan naga, dan sisanya luka-luka. Untungnya, mereka sempat menyelamatkan diri dari amukan sang naga. Awal-awal kedatangan 100 prajurit Walanda, langsung ditembakkan Meriam sebagai bentuk ancaman kepada penduduk pulau Kurungan. Tapi yang mereka dapat bukan kemenangan, malahan muncul dari kabut yang juga menyelimuti pulau kurungan, batang besar yang tajam pada ujungnya, bercabang-cabang, warnanya kelam dengan guratan-guratan yang menambah kesan mengerikan padanya. Para prajurit Walanda langsung menembakkan meriam dan senapan mereka berkali-kali ke arah munculnya tanduk naga itu. Dalam fikirannya muncul sesosok naga yang sangat besar dan mengerikan. Suaranya menggelegar di lembah-lembah yang mengelilingi pulau Kurungan. Menambah rasa takut prajurit Walanda. Seakan tidak ada lagi kebahagiaan dalam pikiran mereka. Mereka menembak tak tentu arah. Senapan, meriam, semua yang bisa ditembakkan mereka tembakkan. Kemudian munculah dari arah kiri para prajurit tangan kadal raksasa dengan kuku dari besi yang tajam dan beracun. Melibas para prajurit Walanda. Sebagian yang kena libasannya luka-luka tertusuk kuku naga, sebagian lainnya tergores dan akhirnya mati juga, karena racunnya.

Prajurit yang tersisa tetap bertahan dan melawan mencoba semampu yang mereka mampu. Meskipun dalam hati mereka tidak ada lagi keyakinan untuk menaklukan pulau Kurungan, hanya ada keinginan untuk selamat dari pertempuran dengan naga itu. Mereka ingin lari tapi kondisi lembah menyulitkan mereka untuk lari. Kemudian setelah tersisa setengah prajurit, muncul taring raksasa sebesar tiga kali orang Walanda. Sangat besar. Darinya muncul bau bangkai dan seakan terdengar jeritan-jeritan prajurit Walanda yang mencoba menaklukan pulau Kurungan yang dimakan naga. Dari kabut itu lalu mulai menyala cahaya kuning. Panas, menyambur melalui taring tajam naga. Di hadapan sang naga, mereka tidak berkutik, tidak bergerak, mati terpanggang api sang naga. Datu Naga, disebut oleh kebanyakan orang.

 

Bersambung . . . (Mungkin lusa)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.