Editor: Almin Hatta
BANJARMASIN – Berada di urutan ke-12 penyumbang pangan terbesar di Indonesia, Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) optimis bisa menjadi penyangga ketahanan pangan nasional.
Tak main-main, optimisme ini diutarakan langsung oleh Kepala Dinas Pangan dan Holtikultura Kalsel, Syamsir Rahman, pada sela acara Panen Raya di Desa Karya Makmur, Kecamatan Cintapuri Darussalam, Kabupaten Banjar, Rabu (26/8/2020) kemarin.
“Kalsel tahun ini ditargetkan oleh pusat (pemerintah pusat, red) memproduksi sebanyak 1,7 juta ton beras, dan di enam bulan pertama kita sudah berhasil mencapai 1 juta ton,” katanya.
Menurut Syamsir, capaian produksi padi di Kalsel belakangan ini mengalami peningkatan dibanding tahun-tahun sebelumnya. “Kalau tahun kemarin target kita cuman 1,3 juta ton, maka untuk tahun ini kita menargetkan 1,7 juta ton,” ujarnya.
Syamsir juga optimis Kalsel dapat melampaui target yang telah ditentukan. “Karena produksi kita sudah ada 1 juta ton, maka saya optimis di penghujung tahun nanti bisa melampaui target dari 1,7 juta ton tersebut,” tegasnya.
Peningkatan produksi padi tahun ini, papar Syamsir, disebabkan adanya peningkatan produktivitas petani, dan di sisi lain berkurangnya hama tanaman seperti burung dan tikus.
Selanjutnya, kata Syamsir lebih jauh, sebagai salah satu daerah yang berdekatan dengan lokasi Ibukota Negara baru, Kalsel siap menjadi penyangga Ibukota negara baru yang terletak di wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara (Kalimantan Timur) tersebut.
“Karena kita berdekatan dengan Ibukota Negara baru, yakni Penajam, maka mulai dari sekarang kita sudah mulai mempersiapkan langkah-langkah agar Kalsel bisa menjadi penyangga pangan Ibukota baru,” ujarnya.[]
