33 Padepokan Siap Ramaikan Festival Pencak Silat Budaya Kalsel33 Padepokan Siap Ramaikan Festival Pencak Silat Budaya Kalsel

33 Padepokan Siap Ramaikan Festival Pencak Silat Budaya Kalsel

Diposting pada

Editor: Almin Hatta

BANJARMASIN – Melestarikan kembali silat budaya di Banua, Pemerintah Provinsi Kalsel melalui Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kalsel menggelar hajatan besar se-Kalsel.

Bertajuk ‘Festival Pencak Silat Budaya Tingkat Provinsi Kalimantan Selatan Tahun 2020’, event ini digelar bekerjasama dengan Assosiasi Perguruan Pencak Silat Budaya Indonesia (APPSBI) Kalimantan Selatan.

Sebanyak 33 padepokan silat budaya se-Kalsel dipastikan siap meramaikan festival yang digadang mampu mengangkat pamor silat budaya Nasional ini.

Menurut Kadispora Kalsel, Hermansyah, kejuaraan yang akan dilaksanakan pada 

Sabtu (19/8/2020) besok ini, digelar di kawasan Kiram Park, Desa Kiram, Kecamatan Karang Intan, Kabupaten Banjar.

“Event ini dalam rangka pelaksanaan program pembinaan dan pengembangan olahraga tradisional, sekaligus melestarikan Silat Budaya di Banua,” kata Hermansyah, diwakili Kabid Pembudayaan Olahraga Dispora Kalsel, M Nasir.

Kegiatan tersebut, papar M Nasir, sekaligus dalam rangka memperingati Hari Olahraga Nasional (Haornas) Ke-37 Tahun 2020. “Jadi, bagi yang mau ikut, tempat pendaftaran ada di Bidang Pembudayaan Olahraga Dispora Provinsi,” ujarnya.

Adapun pedoman peraturan Festival Pencak Silat Budaya Tahun 2020 akan disesuaikan dengan situasi dan kondisi daerah setempat. 

Untuk jumlah peserta, antara 5 – 10 orang per regu. Sedangkan lomba meliputi gerak yang dinamis dari kategori tunggal (perorangan), ganda (berpasangan), beregu (berkelompok), dan cerita yang bertema. Dalam penampilan dapat menggunakan properti seperti senjata, yang jenis dan asalnya asli Nusantara.

Dalam penampilan, tidak boleh ada unsur gerakan TGR dari versi IPSI. Dalam menggali ranah keaslian budaya daerah, peserta Festival Pencak Silat Budaya harus membawakan teknik asli jurus ciri khas dari perguruannya.

Selain itu, peserta harus menyampaikan sinopsis pola lantai dan ritme yang digunakan kepada panitia saat technical meeting, untuk penyesuaian irama gerakan dan gamelan.

Peserta wajib menyerahkan narasi naskah kisah/cerita secara tertulis kepada panitia saat technical meeting. Peserta dalam penyampaian pembacaan narasi naskah cerita dibawakan oleh pembaca naskah, peserta dalam penampilan tidak diperbolehkan bicara atau dialog.

“Panitia menyediakan gamelan untuk peserta festival. Tapi, bagi yang ingin menggunakan gamelan sendiri, atau instrumen lain, diperbolehkan, dengan sebelumnya menghubungi panitia,” kata M Nasir.

Lama penampilan adalah 10 menit per regu/peserta, yang digabung menjadi satu. Apabila waktunya kurang atau lebih dari 10 menit, maka akan ada pemotongan nilai.

Ketua Panitia Pelaksana Budiono menjelaskan, event ini bekerjasama dengan Assosiasi Perguruan Pencak Silat Budaya Indonesia (APPSBI) Kalimantan Selatan. Setiap kontingen Kabupaten/Kota maksimal mengirimkan 2 regu, kecuali Kota Banjarmasin 4 regu.

“Apabila ada Kabupaten/Kota yang mengirimkan kepesertaannya kurang dari dua regu, bahkan tidak mengirimkan, Panitia dapat mengalihkan kuotanya kepada daerah lain (Kabupaten/Kota) yang mendaftar lebih dari 2 regu,” kata salah satu Kasi di Bidang Pembudayaan Olahraga Dispora Kalsel ini.

Pertemuan Teknik dilaksanakan pada Jum’at, 18 September 2020 Pukul 14.00 s/d 17.00 wita di Aula Rapat Dispora Kalimantan Selatan, Jalan Pramuka No 4 Banjarmasin.

“Pertemuan teknik diwakili oleh Pimpinan Kontingen/Manager/Pelatih (1 orang),” kata dia.

Untuk penilaian Penampilan Terbaik, peserta Festival harus memenuhi unsur tampilan, Ngibing Tunggal, Pertarungan Ganda Berpasangan, dan Penampilan Beregu dengan Alur Ceritanya. 

Pemberian Penghargaan/Kategori tambahan meliputi Penampilan Ngibing Tunggal Terbaik, penampilan Ganda Pertarungan Berpasangan Terbaik, penampilan Wirupa, Keserasian Pakaian Terbaik, penampilan Cerita Terbaik.[]