Editor: Almin Hatta
BANJARMASIN – Di tengah gelombang aksi unjuk rasa menolak Omnibuslaw di depan Gedung DPRD Kalimantan Selatan, di Jalan Lambung Mangkurat Banjarmasin, siang tadi (Kamis, 8 Oktober 2020), massa tba-tiba dikagetkan dengan hadirnya seorang pria bertubuh gempal dan bertato di antara kerumunan peserta aksi.
Pria yang berasal dari Kabupaten Banjar ini mengaku ingin bertolak ke rumah pamannya yang berada di Kampung Sasirangan, kawasan Sungai Mesa, namun harus terhalang peserta demonstrasi.
“Saya dari Martapura, mau ingin ke rumah paman saya yang ada di Kampung Sasirangan, tapi terhalang aksi demo ini,” kata pria yang kemudian diketahui bernama Muhammad Adi tersebut. “Saya mau membubarkan aksi demo ini, karena masyarakat tidak bisa lewat,” sambung pria berumur 20 tahun tersebut.
Kehadiran pria bertubuh gempal ini tentu menggegerkan massa aksi. Alhasil, petugas keamanan pun langsung mengamankan pria bertato tersebut dari kerumunan massa aksi unjuk rasa.
Namun tak disangka, ternyata pria bertubuh kekar tersebut membawa senjata tajam berupa Mandau, yang diikatkan ke ikat pinggangnya. Karenanya, pria ini langsung diamankan aparat kepolisian.[]
