Editor: Almin Hatta
BANJARBARU – Pandemi Covid-19 tak cuma berdampak pada sektor kesehatan, ekonomi, dan sistem belajar-mengajar. Virus mematikan ini juga telah menghambat proses pembangunan. Salah satunya adalah proyek pembangunan lima gedung Sekolah Menengah Atas (SMA) yang tersebar di sejumlah kabupaten/kota di Kalimantan Selatan.
Hal ini diutarakan Kepala Bidang Guru Tenaga Pendidik Disdik Kalsel, Abdul Rahim, kepada wartawan Maknanews, ketika ditemui di ruang kerjanya, Jum’at (9/10/2020).
“Masalah pembangunan gedung lima SMA yang telah dianggarkan di tahun 2020 itu sempat terkendala, karena sebagian anggarannya dialihkan untuk dana penanganan Covid-19,” tuturnya.
Walaupun belum adanya bangunan fisik, papar Abdul Rahim, namun ke lima sekolah tesebut sudah melaksanakan penerimaan siswa baru Tahun Ajaran 2020-2021. “Belum ada bangunan fisik memang, namun sudah menerima siswa baru,” katanya.
Sebagai informasi, lima gedung SMA yang terkendala pembangunannya adalah SMAN 5 Banjarbaru, SMAN 1 Piani Kabupaten Tapin, SMAN 2 Pulau Laut Kotabaru, SMAN 2 Pamukan Selatan Kotabaru, dan yang terakhir SMAN Aranio Kabupaten Banjar.
Abdul Rahim mengungkapkan, peserta didik yang telah mendaftar di lima SMA tersebut terpaksa harus menumpang di sekolah terdekat. “Seperti peserta didik SMAN 5 Banjarbaru, mereka harus numpang belajar di SMPN 4 Banjarbaru,” ujarnya.
Walaupun bangunan fisiknya belum siap, lanjut Rahim, namun tenaga pengajar seperti guru dan kepala sekolahnya telah siap. “Karena itulah kegiatan belajar-mengajarnya tetap dilakukan, meski harus numpung di sekolah lain,” katanya.[]
