Editor: Almin Hatta
TAMIYANGLAYANG – Pemerintah Kabupaten Barito Timur (Bartim) benar-benar serius menangani masalah wabah Virus Covid-19, sebagaimana yang telah dilakukan melalui Dinas Kesehatan pada bulan-bulan yang lewat sepanjang masa pandemi Covid-19 hingga sekarang ini.
Pemerintah Daerah Kabupaten Bartim juga mempersiapkan tempat-tempat penanganan pasien yang terpapar Covid-19, dengan memberikan tempat- tempat khusus yang sudah ditentukan oleh Pemerintah Kabupaten Bartim.
Seperti yang diungkapkan Kepala Dinas Kesehatan Bartim, yang juga sebagai Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Bartim, dr Simon Biring MPH. “Sudah ada tujuh (7) orang warga yang terpapar Covid-19 yang kita masukkan ke penempatan isolasi di Rumah Susun Sedarhana Sewa (Rusunawa). Tujuh orang tersebut yang OTG (orang tanpa gejala) dan yang lainnya pasien terpapar Covid-19. Ada yang dengan gejala sedang, dan ada yang berat. Pasien tersebut kita tempatkan di tempat isolasi Rumah Sakit Tamiang Layang,” katanya, Senin (12 Oktober 2020).
Sedangkan untuk penempatan isolasi yang ada di ek Kantor Dinas Kesehatan, adalah pasien Covid-19 yang memiliki gejala, yang secepatnya ditangani. “Kita berusaha untuk menyembuhkannya,” tegas dr Simon Biring.
Di tempat terpisah, Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19, dr Jimmi WS Hutagalung MMKes menyampaikan, kemarin ada penambahan pasien Covid-19 sebanyak 11 orang, sedangkan yang sembuh ada sembilan ( 9) orang.
“Sembilan orang tersebut sembuh total dari paparan Covid-19. Meski sudah sembuh, tetap perlu menjaga kesehatan diri masing-masing, tetap melakukan protokol kesehatan,” ujarnya.
Lebih jauh dr Jimmi mengingatkan, kalau ada pasien yang positif terkena Covid-19, Pemerintah Kabupaten Bartim sudah menyediakan tiga tempat isolasi dan tim penanganannya.
“Untuk pasien Covid-19 yang bergejala berat, kita tempatkan di isolasi A Rumah Sakit Tamiyang Layang. Untuk pasien bergejala ringan, kita tempatkan isolasi B, Ek Kantor Dinkes Bartim,” katanya.
Sedangkan pasien yang ada gejala dan kini di rumah sakit, ada 3 (tiga) orang. “Semuanya ditangani oleh dokter dan perawat. Kita terus berupaya semaksimal mungkin untuk menyembuhkan semua pasien Covid-19 yang kini ada di tempat-tempat isolasi di Bartim,” tuntasnya.[]
