Editor: Almin Hatta
BANJARMASIN – Mahasiswa asal Banjarmasin yang menetap di asrama mahasiswa Putri Galuh milik Pemko Banjarmasin di Kabupaten Bantul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, hari Kamis (16/10) kemarin mendapat kunjungan tamu istimewa.
Saat itu, Plt Walikota Banjarmasin H Hermansyah bersama beberapa orang pejabat lingkup Pemko Banjarmasin terlihat berkunjung ke asrama yang terlatk di kawasan Jalan Weling I, Kabupaten Bantul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.
Kedatangan mereka, selain untuk melihat langsung keberadaan para mahasiswa tersebut, juga untuk melihat pengerjaan rehabilitas fisik gedung asrama tersebut.
Rehabilitas gedung asrama tersebut dilaksanakan Pemko Banjarmasin, mengingat ada beberapa bagian bangunan yang rusak akibat gempa bumi yang terjadi di Kota Jogyakarta beberapa waktu lalu.
Beberapa bagian bangunan fisik yang direhabilitasi itu di antaranya tangga, plafon, lantai atas, dan dinding, dengan total anggaran sekira Rp150 juta.
“Kita khawatir apabila dibiarkan bangunan yang rusak itu, nantinya akan bertambah parah kerusakannya. Jadi kami lakukan rehabilitasi, sehingga para mahasiswa yang tinggal di asrama ini dapat tenang menjalani proses belajar,” ujar H Hermansyah.
Selain melihat langsung proses rehabilitasi bangunan tersebut, dalam kesempatan tersebut H Hermansyah juga menyerahkan beberapa fasilitas penunjang kegiatan belajar yang dapat digunakan para kaum inteletual Bumi Kayuh Baimbai, seperti peralatan computer beserta printer, proyektor, lemari, dan beberapa peralatan penunjang kegiatan penghuni asrama.
H Hermansyah berharap, dengan diberikan beberapa fasilitas penunjang kegiatan belajar itu, para mahasiswa dapat memanfaatkannya dengan maksimal. Sehingga proses belajar dapat terselesaikan di kota tersebut sesuai target.
“Kita memberikan juga fasilitas untuk menunjang proses belajar mahasiswa. Mudah-mudahan dapat digunakan secara maksimal dan bermanfaat. Jadi tolong dipelihara dengan baik,” pungkasnya.
Dari informasi terhimpun, gempa yang merusakan bangunan asrama tersebut terjadi sekitar akhir tahun 2019 lalu. Penganggaran untuk rehabilitasi fasilitas yang rusak pun langsung dilakukan Pemko Banjarmasin melalu APBD Kota Banjarmasin tahun 2020.
Namun, lantaran terjadi wabah Covid-19, pengerjaan rehabilitasnya terpaksa baru dapat dilaksanakan pada Oktober ini.[]
