Editor : Almin Hatta
BANJARMASIN – Kemajuan zaman dan kecanggihan teknologi telah mengantarkan masyarakat kepada era baru, yaitu era digital. Disamping perkembangan zaman era digital, permainan tradisional anak-anak semakin tergerus.
Maka dari itu, Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) kembali menggelar Festival Balogo dan Bagasing 2020, di halaman Perkantoran Setdaprov Kalsel, Banjarbaru, pekan kemarin.
Kabid Pembudayaan Olahraga Dispora Kalsel M Nasir mengatakan, kegiatan festival ini dilaksanakan untuk meningkatkan daya saing masyarakat untuk terus melestarikan warisan budaya.
“Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka mengolahragakan masyarakat, serta meningkatkan daya saing mereka. Tidak hanya olahraga prestasi, dan pendidikan, tetapi juga olahraga permainan tradisional,” katanya.
Lomba balogo kali ini diikuti sekitar 200 peserta, dalam kategori umum dan pelajar. Sedangkan lomba gasing diikuti oleh 100 orang peserta.
“Secara keseluruhan ini ada kategori regu balogo. Untuk balogo ada sekitar 200 orang. Kalau yang bagasing 100 orang. Kalau balogo ini ada yang umum dan pelajar. Yang umum ada 43 regu dan pelajar ada 16 regu,” terangnya.
Kegiatan lomba ini rutin dilakukan setiap tahun. Hal ini dilakukan untuk melestarikan dan mengembangkan warisan budaya.
“Kami mencoba melakukan kegiatan ini secara berkelanjutan setiap tahun. Disamping untuk melestarikan dan mengembangkan warisan budaya, nantinya juga akan diikutkan dalam perlombaan berskala nasional,” tambah Ketua Panitia Pelaksana, Budiono.
Peserta balogo dan bagasing tahun ini datang dari beberapa daerah di Kalimantan Selatan. Diantaranya dari Kabupaten Tapin, Banjar, Batola, Banjarmasin, Balangan, Hulu Sungai Selatan, dan Banjarbaru sendiri selaku tuan rumah.[]
