Editor : Almin Hatta
TAMIYANGLAYANG – Warga Desa Kalinapu, Kecamatan Paju Epat, mengeluhkan belum adanya rumah ibadah di desa tersebut kepada Anggota DPRD Barito Timur, Rida Heriyani, saat melakukan reses perorangan di desa tersebut, Sabtu (12/12/2020).
“Selama ini kalau mau shalat berjamaah kami harus menyeberang jauh lewat sungai dengan kelotok untuk melakukan shalat di Desa Lehai, Kecamatan Mangkatip, Kabupaten Barito Selatan,” kata Ketua BPD Kalinapu, Ahsanul Kamil, mewakili warga yang lain.
Menurut Ahsanul, sudah ada tanah hibah yang mereka serahkan untuk pembangunan rumah ibadah atau langgar. Warga desa hanya membutuhkan bantuan anggaran untuk pembangunan langgar tersebut.
Menanggapi hal itu, Rida Heriyani berjanji dan mencatat usulan tersebut untuk diperjuangkan dalam pembahasan anggaran di DPRD Bartim.
“Sebenarnya, ada beberapa usulan sebelumnya yang terealisasi pada tahun ini. Namun karena adanya pandemi covid-19, pemerintah memangkas anggaran untuk penanganan covid maka. Karenanya, usulan-usulan tersebut batal direalisasikan,” ujarnya.
Sementara itu, Pejabat (Pj) Kepala Desa Kalinapu, Pardiono, mengungkapkan, masih ada beberapa kebutuhan vital di desa yang berpenduduk 60 kepala keluarga ini yang diusulkan masyarakat. Yakni akses jalan menuju Desa Kalinapu melalui Desa Tampu Langit dengan panjang 1,2 kilometer, serta sambungan listrik PLN yang belum masuk di desa tersebut.
“Warga di sini hanya mendapatkan pasokan listrik menggunakan genset dari desa tetangga dengan membayar Rp 10 ribu per malam. Itupun listriknya hanya menyala sampai jam 12 malam,” jelasnya.
Kegiatan reses juga dihadiri Ketua RT dan warga setempat. Rida Heriyani juga menerima beberapa usulan-usulan yang rinci dalam bentuk tertulis, agar dapat diperjuangkan nanti.
Dalam kesempatan tersebut, Rida juga menyempatkan menyalurkan bantuan paket bahan kebutuhan pokok bagi warga kurang mampu di Desa Kalinapu.[]
