Musim Hujan, Para Pendulang Desa Pumpung NganggurMusim Hujan, Para Pendulang Desa Pumpung Nganggur

Musim Hujan, Para Pendulang Desa Pumpung Nganggur

Diposting pada

Editor : Almin Hatta

HUJAN sejatinya membawa berkah. Tapi tidak demikian halnya bagi para pendulang intan tradisional di  Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan. Pasalnya, lubang galian mereka terendam air. Akibatnya, mereka tak bisa melakukan kegiatan mendulang. Alhasil, sepanjang musim hujan ini para pendulang intan kebanyakan tak bekerja alias nganggur.   

Itulah yang disaksikan wartawan Maknanews ketika berkunjung ke lokasi pendulangan intan terkenal di kawasan Desa Pumpung, Kecamatan Cempaka, Kabupaten Banjar, Sabtu (2/1/2021) kemarin. Kawasan pendulangan yang melegenda dengan penemuan Intan Trisakti puluhan silam ini tampak sepi.  

Salah satu warga Desa Pumpung, Aini, menyatakan  sudah beberapa minggu terakhir tidak ada aktivitas warga yang melakukan pendulangan di sana.

“Yah, sudah beberapa minggu ini tidak ada yang mendulang. Musim hujan ini lokasi pendulangan digenangi air. Jadi, ya untuk sementara warga menganggur,” ujarnya.

Aini yang sehari-harinya berdagang intan ini mengungkapkan, jika musim hujan agak panjang maka aktivitas pendulangan memang selalu sepi. 

“Untuk menutupi kebutuhan sehari-hari, seperti biasanya warga menggunakan uang hasil mendulang pada waktu sebelum tibanya musim hujan,” katanya. 

Aini sendiri, dan beberapa pedagang lainnya tetap beraktivitas seperti biasa. Yakni menawarkan dagangan mereka berupa intan dan batu-batu permata lainnya, kepada pengunjung yang datang ke sana.

Menurut Aini, meskipun musim hujan ini aktivitas pendulangan terhenti sementara, tapi aktivitas pedagang intan dan batu permata lainnya tetap berlansung seperti biasanya.

“Meski pun musim hujan dan warga tidak mendulang, tapi pengunjung dari luar daerah tetap ramai. Jadi kita masih bisa menawarkan barang dagangan,” ucapnya. 

Aini dan para pedagang lainnya menawarkan bitiran-butiran intan kecil, juga batu permata lainnya, kepada para pengunjung.

Cukup banyak intan kecil-kecil yang ditawarkan Aini. Ia mengaku mengumpulkan butiran-butiran kecil berkilauan itu selama berbulan-bulan. 

“Harganya tentu saja bervariasi. Mulai dari Rp25 ribu hingga Rp100 ribu,” ujarnya.

Sabtu kemarin itu terlihat cukup banyak pengunjung yang datang ke Desa Pumpung. Mereka umumnya berasasal dari luar daerah, baik dari Kalimantan sendiri maupun dari Pulau Jawa.

“Ya, tiap hari ada saja pembeli yang datang. Kalau akhir pekan, Sabtu atau Minggu lumayan ramai. Dagangan juga lumayan ramai. Cukup banyak dagangan yang terjual, sebab harga yang kita patok juga cukup terjangkau,” katanya.[]