KONI Kalsel Khawatirkan Anggaran ke PON PapuaKONI Kalsel Khawatirkan Anggaran ke PON Papua

KONI Kalsel Khawatirkan Anggaran ke PON Papua

Diposting pada

Editor : Almin Hatta

BANJARMASIN – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kalimantan Selatan (Kalsel) khawatirkan anggaran untuk keberangkatan atlet ke Pekan Olahraga Nasional (PON) Papua, tak mencukupi.

Kekhawatiran ini diutarakan langsung oleh Ketua Umum KONI Kalsel, Bambang Heri Purnama, menyikapi persiapan atlet Kalsel yang akan bertanding pada PON Papua, September 2021 mendatang.

Menurut Bambang, hibah anggaran ke KONI Kalsel dinilai terlalu kecil di tahun 2021 ini. Sehingga diperkirakan tak akan cukup untuk memberangkatkan atlet.

Alasannya, pada masa persiapan hingga keberangkatan nantinya, banyak biaya yang akan dikeluarkan, apalagi jaraknya cukup jauh.

 

“Pada masa persiapan saja banyak biaya yang harus dikeluarkan. Melalui rapat yang kita laksanakan, diketahui banyak pengeluaran lain yang harus kita potong,” katanya, Rabu (06/01/2021) kemarin.

Bambang mengungkapkan, pengeluaran yang dipangkas tersebut diantaranya dari bantuan uji coba, baik ke daerah lain maupun negara lain untuk cabor.

“Di sisi lain, ada anggaran yang tak bisa dikurangi. Misalnya anggaran untuk suplemen dan kesehatan atlet, karena dipastikan sangat berdampak pada atlet yang akan mengikuti pertandingan.

 

Adapun jumlah atlet yang bakal diberangkatkan ke PON Papua sekitar 153 orang, belum termasuk pelatih, pendamping tim, tenaga medis, dan lainnya.

 

“Banyak anggaran yang harus dikeluarkan, kalau Dispora belum pengalaman tentang itu,” ucapnya.

 

Untuk itu, Bambang menegaskan, kalau dana tak cukup maka kontingen Kalsel tak berangkat ke PON Papua. “Sementara melihat besaran anggaran, untuk 10 cabor,  mungkin hanya cukup buat tiket saja,” ujarnya.

Tapi, lanjut Bambang, pihaknya akan coba membicarakan hal ini lagi nantinya. “Kita akan coba melakukan audiensi dengan DPRD terlebih dahulu, supaya masalah ini ada solusinya,” pungkasnya.[]