Bengkel Dadakan BermunculanBengkel Dadakan Bermunculan

Bengkel Dadakan Bermunculan

Diposting pada

Editor : Almin Hatta

BANJARMASIN – Sudah hal biasa apabila motor maupun mobil mengalami kerusakan saat menerjang banjir, dan solusinya cuma satu. Yakni diperbaiki, agar tetap bisa jalan kembali.

Hal ini rupanya dimanfaatkan sebagian warga yang memiliki kemampuan memperbaiki kendaraan rusak, dengan membuka bengkel dadakan di beberapa kawasan terendam air di Banjarmasin.

Dengan perbaikan ringan atau sekadar bisa jalan setelah terendam air, pemilik motor atau mobil merasa cukup tertolong, kendati harus membayar biaya perbaikan.

Tapi, sebagian warga justru menyayangkan keberadaan sejumlah bengkel tersebut. Pasalnya, ada beberapa oknum yang memanfaatkan untuk meraih keuntungan besar.

 

Rusli, salah satu pekerja di perusahaan swasta di Jalan A Yani Km 5 Banjarmasin, sebelumnya merasa diuntungkan karena masih ada bengkel yang buka di tengah banjir. Tapi, yang disesalkannya, perbaikan ringan saja biayanya bisa mencapai Rp100 ribu. Padahal tak ada pergantian sparepart.

 

“Karena perbaikan sifatnya sementara atau sekadar membersihkan air yang masuk ke beberapa komponen kendaraan, maka kendaraan harus kita perbaiki lagi di bengkel, setidaknya bisa jalan dan sampai tujuan dulu,” ujarnya.

Menanggapi hal ini, montir di salah satu bengkel yang berada di kawasan Pekapuran, Ifit mengatakan, yang dilakukan bengkel dadakan sebenarnya bukanlah perbaikan. Melainkan hanya pertolongan sementara.

 

Menurut Ifit, untuk perbaikan motor seperti matic yang terendam, mesinya harus dibuka untuk mengeluarkan air serta mengganti komponen di dalamnya.

 

Air banjir, papar Ifit, bersifat keras sehingga mudah membuat komponen dalam motor berkarat, dan bisa membuat kerusakan, misalnya pada piston, CVT, busy, hingga pilter angin.

“Biasanya perbaikan untuk motor matic yang mati akibat terendam air bervariasi dan biayanya memang di kisaran Rp100 ribu. Namun kalau hanya membersihkan dan bongkar pilter angin, itu hanya sekitar Rp10 sampai Rp15 ribu saja,” katanya.

Untuk itu, Ifit menyarankan kepada warga yang motornya rusak akibat banjir agar dibawa langsung ke bengkel resmi. Sebab, tak ada istilah perbaikan sementara. Sedangkan kepada bengkel dadakan, diharapkan bisa membantu masyarakat dengan ikhlas di tengah bencana banjir ini.

“Setidaknya jangan menambah beban mereka yang terkena musibah. Kalau bisa menolong ya ditolong, tapi jangan memanfaatkan keadaan untuk meraih keuntungan besar,” tandasnya.[]