Persiapan Polres Bartim Hadapi Musim Hujan dan PanasPersiapan Polres Bartim Hadapi Musim Hujan dan Panas

Persiapan Polres Bartim Hadapi Musim Hujan dan Panas

Diposting pada

Editor : Almin Hatta 

TAMIYANGLAYANG – Sesuai arahan Kapolri yang dilanjutkan oleh Kapolda Kalimantan Tengah (Kalteng), agar jajaran kepolisian fokus pada 4 Program Kerja, maka Polres Barito Timur (Bartim) sejak dini sudah mempersiapkan diri menghadapi musim hujan sekarang ini, dan musim panas yang akan datang.

Menurut Kapolres Bartim, AKBP Afandi Eka Putra SH SIK MPICT, BMKG memperkirakan pada bulan Fabruari ini akan terjadi puncak curah musim hujan, dan akan berlangsung hingga Maret nanti.

“Untuk  itu, kami dari Kepolisian Resort Barito Timur sudah melakukan idenfitikasi daerah atau tempat-tempat  rawan banjir, agar bisa diantisipasi sedini mungkin,” katanya, Senin (1/2/2021).

Polres Bartim, papar AKBP Afandi Eka Putra, sudah melakukan gelar pasukan dan sarana prasarana untuk menghadapi kemunginan tersebut.

“Kita pun sudah menginventarisir personel kita untuk mendukung penanggulangan bencana. Kita sinergikan  dengan Pemkab Bartim. Alhamdulilah, berdasarkan koordinasi terakhir, Pemkab Bartim sudah memiliki BPBD,” ujarnya.

Hanya saja, lanjut Afandi Eka Putra, perlengkapan BPBD Bartim ini masih belum memadai. Maklum, BPBD Bartim memang baru dibentuk.

“Nah, hasil koordinasi kita dengan Pak Bupati, untuk memenuhi kelengkapan barang atau peralatan BPBD Bartim itu harus diajukan kepada pemerintah pusat,” ucapnya.

Afandi Eka Putra mengungkapkan, untuk identifikasi daerah rawan banjir di Kabupaten Bartim, hampir di semua kecamatan ada. 

“Namun ada satu kecamatan yang dinilai risikonya rendah masalah banjir, yaitu Kecamatan Banua Lima. Tapi tidak salahnya kita ingatkan agar tetap siaga dalam hal menghadapi bencana banjir,” katanya.

Kemudian, untuk antisipasi musim kemarau mendatang dalam kaitannya dengan masalah kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), Afandi Eka Putra menyatakan anggotanya telah diminta melakukan pemetaan tingkat kerawanannya.

“Kita lakukan melalui identifikasi. Hasilnya, di semua kecamatan rawan Karhutla. Maka dari itu kita siapkan posko-posko untuk penanggulangan bencana alam dan pencegahan Karhutla ini,” ucapnya.

Kapolres Bartim menjabarkan, kelengkapan semua  posko dengan dukungan alat komonikasi perlu dipenuhi. Menurutnya, berpungsinya posko tidak hanya saat menanggulangi bencana atau pasca bencana. 

“Tapi juga bertugas untuk melakukan sosialisasi atau yang disebut pencegahan. Untuk bulan ini posko-posko itu mulai bergerak melakukan pencegahan, antipasi bencana alam, melalui sosialisasi atau koordinasi. Juga bersinergi dengan elemen masyarakat yang lain. Termasuk dengan Polri dan TNI,” ujarnya.

Terkait dengan hal ini, Kapolres Bartim AKBP Afandi Eka Putra  mengimbau masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara dibakar. 

“Jadi mari kita perhatikan faktor-faktor keselamatan lingkungan. Kalau kita berkaca dengan provinsi tetangga  yang baru-baru ini mengalami musibah bencana, kalau kita liat ada kaitannya dengan perusakan hutan tidak terkendali. Baik itu dibuka untuk lahan pertanian, perkebunan, pertambangan, dan lainnya. Maka dari itu, kita imbau untuk Barito Timur, jangan buka lahan hutan secara besar-besaran,” tuntasnya.[]