Omzet Pedagang Pentol Rebus Jauh MenurunOmzet Pedagang Pentol Rebus Jauh Menurun

Omzet Pedagang Pentol Rebus Jauh Menurun

Diposting pada

Editor : Almin Hatta

NAMANYA Adi Susanto. Pekerjaan sehari-hari berdagang pentol rebus. Tempat mangkalnya di kawasan Perkantoran Pemerintah Kabupaten Barito Timur (Pemkab Bartim). Tepatnya di Jalan Bangi Wao, Kecamatan Dusun Timur, Tamiang Layang. 

“Sejak beberapa tahun sebelum pandemi Covid-19 saya sudah mangkal di kawasan ini. Sekarang, di musim wabah Corona ini, saya tetap mangkal di sini,” katanya, Kamis (11/2/2021). 

Menurut Adi, mau pandemi Covid-19 mau tidak ada wabah, ia tetap melakoni kegiatan yang sama. Yakni berdagang pentol rebus.

“Ya, mau apa lagi. Sebab, inilah usaha saya. Inilah upaya saya untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarga,” ujarnya. 

Adi bercerita. Kegiatannya berdagang pentol rebus ini mirip dengan kegiatan pegawai kantoran di kawasan tersebut. Tepatnya mirip dengan kegiatan para pegawai Dinas Dukcapil Kabupaten Bartim. Sebab, ia memang sering mangkal di depan kantor tersebut.

“Tiap hari pegawai turun kantor, maka saya pun juga tiap hari jualan pentol rebus di depan halaman Kantor Dinas Dukcapil ini. Kalau hari libur, berarti pegawai kantor libur. Maka saya pun libur juga berjualan,” kata Adi yang lebih akrab disapa Paman Pentol ini.

Adi mengaku sudah 8 tahun berjualan pentol rebus. Terkadang, pagi-pagi ia mangkal di depan halaman  kantor lain. Tapi kemudian, agak siangan, ia sudah pindah ke halaman kantor Dinas Dukcapil. Kalau belum habis, ia pindah lagi ke kawasan lain.  

Ada mengaku, sejak adanya pandemi Covid-19 ini omzet dagangannnya jauh menurun, mencapai 50 persen.  

“Dulu, sebelum ada Corona, hasil penjualan pentol rebus bisa mencapai Rp600 ribu hingga Rp700 ribu. Nah, sejak ada Corona, omzetnya hanya di kisaran Rp400 ribu per hari,” ucapnya.

Adi juga mengaku menggeluti usaha ini dengan modal sendiri. “Hingga hari ini kita belum ada mendapatkan bantuan modal dari pemerintah, sebagaimana yang disebutkan oleh Presiden Jokowi itu,” tuntasnya.[]