2016-2019: Jumlah Kunjungan Wisatawan di Banjarmasin Meningkat2016-2019: Jumlah Kunjungan Wisatawan di Banjarmasin Meningkat

2016-2019: Jumlah Kunjungan Wisatawan di Banjarmasin Meningkat

Diposting pada

Editor : Almin Hatta

BANJARMASIN – Dalam kurun waktu 4 tahun, yakni pada 2016 – 2019, Dinas Pariwisata Kota Banjarmasin sebenarnya cukup berhasil meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan ke Kota Seribu Sungai ini.

Namun sayang, memasuki tahun 2020 terus berlanjut hingga sekarang, lantaran terpapar pandemi Covid-19, capaian menarik itu surut kembali.   

Data di Dinas Pariwisata Banjarmasin memperlihatkan, pada 2016 jumlah wisatawan Nusantara yang datang ke Banjarmasin sebanyak 618.655 orang, dan wisatawan mancanegara menyentuh angka 2.271 orang.

Berlanjut di 2017, wisatawan Nusantara yang mengunjungi Banjarmasin tercatat 745.537 orang, dan untuk wisatawan mancanegara sebanyak 2.955 orang.

Kemudian di 2018 naik menjadi 862.220 orang wisatawan Nusantara, dan 3.417 orang wisatawan mancanegara.

Lalu di 2019, masih mengalami peningkatan, walau pun tak banyak. Yakni, wisatawan Nusantara mencapai angka 862.863 orang, dan wisatawan mancanegara sebanyak 3.520 orang.

Adanya peningkatan ini, papar Kepala Dinas Pariwisata Kota Banjarmasin (Kadisbudpar), Ikhsan Al-Haaq, dipengaruhi beberapa faktor, seperti adanya event-event nasional maupun internasional.

“Peningkatan wisatawan ini kan karena pada beberapa tahun terakhir di Kota Banjarmasin ini kita menggelar event skala nasional maupun internasional. Itu yang membuat adanya peningkatan angka kunjungan wisatawan,” ucapnya saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (23/2) siang.

Namun di awal tahun 2020, dikarenakan pandemi Covid-19, angka kunjungan wisatawan merosot tajam dari angka 862. 863 menjadi 346.949 untuk wisatawan Nusantara, dan untuk wisatawan mancanegara turun dari 3.520 orang ke 1.161 orang.

“Pandemi Covid-19 ini tentu membuat kunjungan pariwisata merosot ya. Sebab, beberapa event yang seharusnya kita tuan rumahnya harus dibatalkan,”ucap Ikhsan.

Ikhsan juga menyebutkan, kebanyakan pelancong datang ke Banjarmasin tujuan utamanya bukan pariwisata, namun lebih pada urusan bisnis.

“Kalau orang luar Banjarmasin itu datang ke sini sebenarnya jarang untuk berwisata. Mereka kebanyakan ngurus bisnis atau pekerjaan. Paling ya sehari dua hari nginap di Banjarmasin,” tuturnya.

Terkait dengan pandemi ini, Disbudpar juga turut membantu menyalurkan bantuan kepada pelaku usaha sektor pariwisata.

“Selama masa Covid-19 ini kami juga telah menyalurkan bantuan berupa peralatan pencegahan penularan Covid- 19 ke pelaku pariwisata seperti manajemen hotel, restoran, dan pengelola kampung wisata,” ungkap Ikhsan.[]