Editor : Almin Hatta
BANJARMASIN – Plh Walikota Banjarmasin, H Muhkyar, kembali menegaskan, kegiatan pemberian vaksin kepada seluruh masyarakat yang saat ini gencar dilaksanakan Pemko Banjarmasin, tidak berbahaya.
“Sekarang ini muncul kekhawatiran di masyarakat bahwa vaksin Covid-19 berbahaya. Karena itu, kembali kita tegaskan itu tak benar, bahkan memiliki keuntungan,” ucapnya.
Menurut Mukhyar, ada beberapa manfaat dari vaksinasi ini. Antara lain untuk membentuk kekebalan kelompok, menurunkan angka kesakitan dan kematian akibat Virus Covid-19, melindungi dan memperkuat sistem kesehatan secara menyeluruh, menjaga produktivitas, dan meminimalkan dampak sosial dan ekonomi.
“Target sasaran untuk masyarakat Kota Banjarmasin adalah SDM Kesehatan sebanyak 6.590 orang. Kelompok Lanjut Usia 55.720 orang, dan Kelompok Pelayanan Publik berjumlah 60.691 orang,” ujarnya, saat memberikan arahan dalam kegiatan pertemuan sosialisasi vaksinasi Covid-19 dan SPO kegiatan di Bulan Ramadhan, yang dilaksanakn secara daring dari Banjarmasin Command Center, Balaikota Banjarmasin, Kamis (01/04).
Dalam kesempatan tersebut, Mukhyar berpesan kepada seluruh pengurus masjid, pemuka agama, tokoh masyarakat, dan para pemangku kepentingan yang ada di Kota Seribu Sungai agar mendukung kegiatan vaksinasi tersebut.
“Kami mengajak seluruh warga Kota Banjarmasin, melalui seluruh pengurus masjid, penyuluh agama se-Kota Banjarmasin, agar dapat mendukung program vaksinasi ini untuk berpartisipasi,” ucapnya.
Selain itu, Mukhyar juga mengajak kepada jamaah masjid melalui ceramah agama di masjid dan mushalla, serta anggota keluarganya, untuk datang ke fasilitas kesehatan yang memberikan layanan vaksinasi Covid-19.
Pesan lain yang disampaikannya dalam kegiatan tersebut adalah, agar masyarakt tetap mematuhi protokol kesehatan dengan menerapkan gerakan 5 M. Memakai masker, Mencuci tangan pakai sabun dan air mengalir, Menjaga jarak, Menjauhi kerumunan, serta Membatasi mobilisasi dan interaksi.
“Mari bersama-sama kita meyakinkan kepada masayarakat bahwa vaksinasi ini aman dan tak berbahaya, karena sudah banyak yang menerima vaksin dan kondisinya tetap baik,” tandasnya.[]
