Editor : Almin Hatta
TAMIYANGLAYANG – Bupati Kabupaten Barito Timur (Bartim), Ampera AY Mebas SE MM, membuka pelayanan kesehatan massal gratis di UPTD Puskesmas Tampa, Kecamatan Paku, Sabtu (10/4/2021) kemarin.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Ampera AY Mebas berkali-kali mempersilakan warga untuk memeriksaan kesehatan mereka, sekaligus berobat jika memang ada yang dirasakan sakit.
“Pengobatan massal ini digeratiskan untuk masyarakat yang ingin berobat atau pun sekadar memeriksakan kesehatannya. Ini merupakan bentuk perhatian pemerintah kepada warga masyarakat yang jauh dari kota kecamatan. Tujuan pemerintah hanya satu, agar warga masyarakat Bartim tetap sehat,” ujarnya.
Kegiatan pengobatan massal gratis tersebut merupakan rangkaian dari perjalanan Bupati Ampera AY Mebas dan rombongan ke sejumlah desa di Kecamatan Paku.
Ikut dalam perjalanan Bupati Ampera dengan mengendarai motor trail ini antara lain Sekda Bartim Panahan Moetar, Camat Paku, sejumlah anggota Polri dan TNI, serta beberapa pejabat dari instansi lainnya.
Dalam perjalanan dengan motor trail menyusuri medan lumayan berat berupa jalan hauling perusahan batubara tersebut, rombongan Bupati Ampera mampir di sejumlah desa. Antara lain Dusun Tangelanda, dan Desa Kalamus.
Pada setiap pemberhatian untuk istirahat tersebut, Bupati Ampera dan rombongan memberikan sembako kepada warga masyarakat yang hadir. Serta tentu saja berbincang akrab dengan sejumlah warga.
Bupati Ampera AY Mebas bahkan membuka sesi tanya jawab dengan warga di ruang pertemuan Desa Kalamus. Bupati mempersilakan warga menanyakan masalah apa saja, yang tentu saja dijawabnya dengan sukacita.
Dalam perjalanan ini, Bupati Ampera dan rombongan berkali-kali terlihat memperhatikan degan saksama kawasan hutan di wilayah kecamatan Paku. Termasuk kawasan bekas tambang batubara.
Terakhir, Bupati Ampera dan rombongan mampir di Desa Kalamus, RT 05 Dusun Tangelanda. Kedatangan Bupati dan rombongan mendapat sambutan meriah dari warga setempat. “Terima kasih atas kesediaan Bapak Bupati untuk mampir di desa kami,” kata mereka.[]
