Editor : Almin Hatta
TAMIYANGLAYANG – Plt Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Barito Timur (Disdik Bartim), melalui Kepala Bidang (Kabid) PNFI, mensosialisasikan dana Bantuan Operasional Penyelenggaraan (BOP) kepada 178 lembaga yang dapat bantuan.
Menurut Kabid PINF Disdik Bartim, Reni Sugiarti SPd MM, dana BOP tersebut sudah siap dicairkan. Namun demikian, sebelumnya terlebih dulu dilakukan sosialisasi kepada 178 lembaga penerimanya yang tersebar di Kabupaten Bartim.
“Kegiatan sosialisasi tersebut kita lakukan di kecamatan dengan dua sesi. Yakni pagi dengan peserta sebanyak 20 orang, dan sore dengan peserta yang juga sekitar 20 orang,” katanya, Kamis (22/4/2021) kemarin
Ke-178 lembaga tersebut, papar Reni Sugiarti, antara lain sekolah Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), TK, serta tempat/fasilitas pendidikan lainnya.
“Lembaga-lembaga itulah yang mendapatkan dana BOP. Karena juknisnya sudah keluar, dan aplikasinya ada yang baru, maka dari kita lakukan sosialisasi terlebih dulu,” ujarnya.
Reni Sugiarti menjelaskan, kalau tidak dilakukan sosialisasi maka dikhawatirkan lembaga-lembaga tersebut bingung dalam hal penggunaannya.
“Sebab, BOP sekarang ini penggunaannya non fisik (bukan bangunan). Besaran dana BOP yang dikucurkan untuk satu PAUD misalnya, tergantung jumlah peserta anak didiknya, dan yang menentukan langsung dari pemerintah pusat berdasarkan data yang ada pada mereka yang masuk pada 30 Maret lalu,” katanya.
Reni menyebutkan, sebenarnya lembaga yang ada di Bartim ini dan mestinya berhak mendapatkan BOP itu sebanyak 257 lembaga.
“Tetapi yang mendapatkan dana BOP itu hanya yang sesuai dengan kriterianya. Kalau siswanya kurang dari 9 orang misalnya, maka tidak dapat dana BOP. Namun demikian, ada juga yang boleh mendapatkan BOP sekalipun siswanya kurang dari 9 orang, asalkan termasuk dalam 3T. Yakni Tertinggal, Terluar, dan Terpencil,” tutur Reni Sugiarti.[]
