Editor : Almin Hatta
TAMIYANGLAYANG – Para petugas di Pos Pengamanan Terpadu Cek Poin Covid-19 Penyekatan Perbatasan masuk dari Kalsel ke Kalteng di wilayah Kabupaten Kabupaten Barito Timur (Bartim), sejak Minggu (2/5/2021) mulai diperketat.
Pada Pos Pengamanan Terpadu di kawasan bundaran Pasar Panas, Kecamatan Banua Lima, Kabupaten Bartim tersebut, semua penumpang kendaraan yang akan melintas dicek secara ketat.
Waka Polres Bartim Kompol Muh Fadholin SH yang hadir langsung di pos tersebut, didampingi Kasatlantas H Sugeng SE MM, menyatakan bahwa pihaknya sedang melakukan sosialisasi pengetatan mudik Lebaran.
Dalam kegiatan sosialisasi tersebut juga terlihat hadir sejumlah personel TNI, Satpol PP, dan petugas kesehatan.
Atas nama Kapolres Bartim AKBP Afandi Eka Putra SH SIK MPICT, Kasatlantas AKP H Sugeng SE MM menjelaskan bahwa apa yang mereka lakukan adalah pengetatan lintas wilayah pra-mudik.
Kepada setiap pengendara, baik roda roda 2 maupun roda 4, dijelaskan mengenai beberapa persyaratan yang harus dipenuhi untuk bisa masuk wilayah Kalteng melalui jalur Kabupaten Bartim tersebut.
Persyaratan tersebut antara lain pemudik harus memiliki surat negatif tes RT-PCR, tes rapid antigen, dan tes genose 19. Juga menerapkan protokol kesehatan secara ketat dengan menggunakan masker dan perlengkapan keselamatan perjalanan.
Kepada setiap pengendara, petugas di pos tersebut selalu menanyakan dari mana dan tujuannya mau ke mana.
Kasatlantas Polres Bartim juga menanyakan surat kelengkapan tes negatif Covid-19 kepada sopir angkutan seperti truk. Sopir diminta memperlihatkan surat tes negatif Covid-19 kepada petugas pos pengamanan terpadu cek poin Covid-19.
“Agar menjadi contoh bagi sopir-sopir lainnya, yakni terkait kepatuhan terhadap pencegahan penyebaran Covid-19 saat mudik Lebaran,” ujar AKP Sugeng.
Suatu ketika sebuah mobil pick-up dengan muatan tertutup terpal dihentikan di Pos Cek Poin Covid-19 tersebut.
Sopir mobil yang datang Amuntai (Kabupaten Hulu Sungai Utara, Kalsel, red) saat ditanya petugas, ternyata tidak memiliki surat tes negatif Covid-19.
Karenanya, sopir tersebut dipersilahkan melakukan tes antigen dan tes lainnya di ruang kesehatan yang sudah disiapkan di pos tersebut.
Sayangnya, petugas kesehatan di pos tersebut ternyata belum bisa melakukan tes dimaksud. Karenanya, petugas meminta sopir membawa mobil pick-up yang dikemudikannya balik arah, kembali ke Amuntai.
Kenapa petugas kesehatan belum siap? “No comment,” jawab salah seorang petugas kesehatan tersebut, ketika ditanya Maknanews.[]
