Editor : Almin Hatta
BANJARMASIN – Dalan beberapa hari terakhir, beberapa ruas jalan di Kota Banjarmasin kembali tergenang air. Peningkatan debit air ditengarai seiring dengan naiknya permukaan air laut.
Menurut Plt Kepala Dinas PUPR Kota Banjarmasin, Doyo Pundjadi, hal itu disebabkan efek gravitasi bulan, sehingga permukaan air laut meningkat.
Hal itu sesuai dengan informasi cuaca dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) tentang keadaan cuaca. “Pada saat gerhana muncul biasa terjadi debit air pasang,” ujarnya, kemarin.
Doyo menegaskan, fenomena alam tersebut berbeda dengan musibah banjir di awal tahun 2021 lalu. Dimana kala itu air pasang disertai curah hujan yang tinggi menyebabkan sungai kecil meluap.
Sedangkan saat ini hanya terjadi pasang surut air laut sebagai dampak dari gerhana bulan, dan tidak disertai intensitas hujan tinggi.
“Jadi ini tentu berbeda, dan tidak bisa dikatakan banjir,” ucapnya.
Kendati demikian, Doyo mengakui akibat dari fenomena alam tersebut berdampak kepada aktivitas dan kenyamanan masyarakat, khususnya bagi mereka yang bermukim di pinggiran sungai.
Untuk itu, pihaknya mulai mengerahkan pasukan turbo sebagai antisipasi dan menangani genangan air di beberapa titik ruas jalan untuk membersihkan saluran air yang mampet agar air dapat mengalir lancar.[]
