Editor : Almin Hatta
BANJARMASIN – Vaksinasi terhadap para Lansia dan Pelayan publik di tahap kedua sekarnag ini menjadi salah satu target pemerintah, dalam upaya penanganan pandemi CoVID-19. Termasuk di Kalimantan Selatan (Kalsel) yang sempat masuk sebagai salah satu provinsi dengan jumlah kasus positif terbanyak secara nasional.
Berbagai upaya dilakukan, agar target vaksinasi tahap kedua ini tercapai. Mulai dari digelar kolektif di berbagai instansi untuk para Pelayan Publik, hingga sistem jemput bola dan bonus vaksin bagi anak muda di atas 18 tahun yang membawa dua Lansia ke fasilitas pelayanan kesehatan.
Mengingat capaian vaksin di tahapan ini cenderung lebih lambat dibandingkan tahap satu yang diberikan kepada tenaga kesehatan (nakes), maka Perkumpulan Pengusaha Event Organizer (Perpeo) Kalsel bersama Polda Kalsel mengambil langkah dengan menggelar vaksinasi pada hari ini, Senin (07/06), di Gedung Mahligai Pancasila, Banjarmasin.
Menurut Ketua PERPEO Kalsel, Rosyadi Razak, vaksinasi Covid-19 yang digelar ini memang untuk mempercepat capaian program pemerintah dengan harapan dapat membangkitkan lagi industri event, terutama di Kalsel.
Apalagi ada sekitar 3.000 pegiat industri kreatif yang terdampak pandemi CoVID-19 lebih dari setahun terakhir. Tak ada event yang digelar, tentunya berimbas besar bagi mereka.
“Total ada 300 orang yang divaksin tadi, terdiri dari Lansia dan para pegiat industri event,” kata Gazim Benasti, selaku Sekretaris PERPEO Kalsel.
Selain mendukung program vaksinasi dari pemerintah, hal ini juga sebagai bentuk perlindungan bagi para pegiat industri event yang berhadapan dengan klien dan talent ketika beraktivitas.
Lebih lanjut Rosyadi mengungkapkan, dalam setahun terakhir terjadi penurunan hampir 90% kegiatan yang biasa dikerjakan Event Organizer (EO), apabila dibandingkan dengan kondisi sebelum pandemi.
“Kami harapkan untuk tahun 2022, pemerintah dan pihak swasta sudah berani menganggarkan dana kegiatan serta event promosi,” tambahnya.
Terlebih, saat ini sudah ada protokol kesehatan CHSE yang dikeluarkan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Yakni Cleanliness (Kebersihan), Health (Kesehatan), Safety (Keamanan), dan Environment (Ramah Lingkungan).
Dengan adanya penerapan protokol CHSE yang benar-benar maksimal, adanya rekomendasi dari Satgas Penanganan CoVID-19 setempat, serta izin keramaian dari pihak kepolisian, Rosyadi yakin kegiatan sudah dapat dilaksanakan dengan risiko penularan CoVID-19 yang rendah.
“Teman-teman industri EO di Kalsel saat ini juga sudah siap untuk melaksanakan prokes tersebut,” pungkas Ary Widianto, Bendahara PERPEO Kalimantan Selatan.[]
