Editor : Almin Hatta
BANJARMASIN – Setelah sekian lama pembelajaran di sekolah dilakukan secara daring, akhirnya pada tahun ajaran mendatang, yakni TA 2021-2022, Pemerintah Kota Banjarmasin siap melaksanakan Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTMT).
Hal ini diutarakan Totok Agus Daryanto selaku Kepala Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin, saat ditemui di ruang kerjanya, Jum’at (11/6) pagi.
“Untuk Banjarmasin, rencana di tahun ajaran 2021-2022 akan melaksanakan pembelajaran tatap muka di semua jenjang sekolah,” ucapnya.
Totok menjelaskan, rencana tersebut sesuai dengan SKB 4 Menteri di tahun 2021, tentang paduan penyeleggaraan pembelajaran pada tahun ajaran 2020/2021 dan tahun akademik 2020/2021 di masa pandemi Covid-19
“Kita melaksanakan pembelajaran tatap muka karena sesuai dengan SKP 4 Menteri di tahun 2021, yang mana Kementrian menginginkan dilaksanakannya pembelajaran tatap muka kembali,” ujarnya.
Penerapan pembelajaran tatap muka ini sendiri untuk Kota Banjarmasin digelar di semua jenjang pendidikan. Mulai dari Paud, SD, dan SMP.
Totok menyebutkan, kesiapan guru dan kepala sekolah juga telah dipersiapkan Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin, menjelang pembelajaran tatap muka ini.
“Kesiapan ini merupakan satu syarat agar bisa digelarnya pembelajaran tatap muka. Jadi tenaga pengajar (guru) di Kota Banjarmasin hampir 90% itu sudah divaksin,” tuturnya. “Kita sepakat kepala sekolah maupun guru sudah siap untuk ini,” tambahnya.
Menurut Totok, diadakannya pembelajaran tatap muka di kota Seribu Sungai ini juga mempunyai beberapa faktor. Contohnya, masih banyak siswa yang tidak bisa mengakses pembelajaran daring.
“Karena sekitar 40% anak di Banjarmasin tidak bisa mengakses pembelajaran daring, lantaran terkendala ekonomi dan lain-lain. Maka saya rasa pembelajaran tatap muka terbatas ini perlu dilaksanakan,” ujarnya.
Walaupun pembelajaran tatap muka di tahun ajaran mendatang segera digelar, tentunya wajib menerapkan protokol kesehatan yang ketat.
“Untuk pembelajaran tatap muka ini, daya ampung kelas hanya sekitar 50%, dan menerapkan protokol kesehatan seperti cuci tangan sebelum memasuki kelas, memakai masker, dan menjaga jarak. Itu wajib diterapkan,” tutup Totok.[]
