NSA Movement Gelar Kelas Menulis Cerpen untuk Kalangan Muda

Diposting pada

Editor : Almin Hatta

BANJARMASIN – Minimnya minat generasi muda Kalimantan Selatan (Kalsel) terhadap kegiatan menulis cerpen (cerita pendek), mendorong NSA Movement, bekerja sama dengan Oettara Koffie, menggelar kelas menulis cerpen untuk kalangan muda. 

“Karena generasi muda yang nulis cerpen di Kalsel memang terbilang sedikit, maka kami berinisiatif membuat kelas menulis ini bersama Bang Sandi Firly,” kata Ega, selaku Programer NSA Movement saat ditemui seusai kelas menulis alinea 1 bersama Sandi Firly di Oettara Koffie, Banjarmasin, Sabtu (26/6) sore. 

Kelas menulis ini menghadirkan Sandy Firly sebagai guru dalam setiap kelasnya. Sandi Firly merupakan penulis sekaligus redaktur di beberapa media lokal ternama dan karya tulisnya sendiri berupa cerpen sudah dimuat di media nasional seperti Kompas. 

Kelas ini sendiri terdiri dari 2 jam pertemuan, dengan 10 murid per minggu, dan NSA Movement merupakan penyedia ruang akan hadirnya penulis-penulis cerpen muda di Kalsel. 

“Kelas ini sendiri memiliki durasi 2 jam untuk tiap minggunya,” ujar Ega.

Sandi Firly sendiri selaku narasumber dalam kelas menulis ini menilai, adanya kelas ini merupakan salah satu bukti adanya upaya melahirkan penulis-penulis cerpen generasi muda di Kalsel. 

“Kelas menulis semacam ini cukup baik untuk mereka yang ingin belajar atau para calon penulis untuk mengetahui bagaimana menulis yang lebih baik,” ucapnya, saat diwawancarai seusai kelas menulis. 

Menurut Sandi, belajar menulis itu tidak hanya dengan satu cara. Tapi bisa dengan berbagai cara, seperti berdiskusi ataupun banyak membaca. 

“Karena cara menulis itu tidak hanya dengan langsung menulis, tapi bisa saja dengan membaca atau berdiskusi,” ujarnya. 

“Dengan kelas menulis ini tentu lebih baik, karena sudah ada mentor dan ada nilai lebihnya dibanding belajar menulis cerpen sendiri,” terang Sandi.

Dengan adanya kelas ini, diharapkan mampu melahirkan generasi muda penulis prosa di Kalsel. 

“Karena Kalsel ini memang dari dulu terkenal sebagai gudang penyair. Jadi diharapkan, dengan adanya kelas menulis ini mampu melahirkan penulis-penulis muda prosa,” pungkasnya.[]