Editor : Almin Hatta
BANJARMASIN – Tak lama lagi seluruh umat Islam akan merayakan Idul Adha 1442 hijriah. Selain menggelar shalat Idul Adha, kegiatan yang juga selalu dilaksanakan di hari besar tersebut adalah memotong hewan qurban, seperti sapi dan kambing.
Nah, untuk kegiatan pemotongan hewan qurban ini, Walikota Banjarmasin, H Ibnu Sina, berpesan kepada seluruh panitianya agar tetap menjaga kebersihan lingkungan, dengan tidak membuang sisa pemotongan hewan qurban ke sungai.
“Jadi ulun (saya-red) tidak ingin melihat ada ‘paparutan’ (isi perut-red) sapi larut di sungai. Apalagi sampai lewat di depan Balaikota. Ulun berharap, tolong kepada panitia qurban ya, supaya kondisi sungai kita tetap baik. Jangan mencemari sungai, tolong sekali lagi ya, darah qurbannya, hasil pemotongannya, buang lah di tempat yang sudah disiapkan, jangan dibuang di sungai,” imbaunya.
Selain itu, orang nomor satu di Kota Seribu Sungai ini juga mengeluarkan Surat Edaran Nomor 660/0631/TL-DLH/VI/2021, tanggal 28 Juni 2021, tentang Himbauan Pengurangan Kantong Plastik.
Dalam edaran yang ditandatangani Walikota Banjarmasin H Ibnu Sina itu, seluruh panitia qurban di kota ini diminta untuk mendukung peraturan Perwali Nomor 18 Tahun 2016 tentang Pengurangan Penggunaan Kantong Plastik, dan Surat Edaran dari Dirjen Pengelolaan Sampah Limbah dan Bahan Beracun Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehatanan RI Nomor SE.8/PSLB3/PS/PLB.0/7/2020 tentang pelaksanaan Hari Raya Idul Adha Tanpa Sampah.
Sebagai ganti kantong plastik, panitia diharapkan bisa menyediakan bakul purun untuk kemasan daging qurban. Atau warga penerima daging qurban membawa bakul purun atau tempat sendiri yang ramah lingkungan.
“Jadi tetap memberlakukan bakul purun, untuk mengurangi kantong plastik. Jangan menggunakan kantong plastik, apalagi yang hitam, tidak bagus untuk bungkus daging qurban,” tegas Ibnu Sina.
Selain tidak membuang sampah bekas pemotongan hewan qurban ke sungai, Ibnu juga meminta kepada seluruh paniti qurban agar tetap menjaga protokol kesehatan.
“Kita juga sudah mempertimbangkan agar panitia qurban menghindari kerumunan. Kalau bisa per grup saja, atau diantar panitia ke rumah, seperti zakat fitrah kan diantar ke rumah,” tandasnya.[]
