Editor : Almin Hatta
PARINGIN – Kepedulian yang tentu tidak bisa dibuat-buat dan tak bisa direkayasa, tampak dari keakraban seorang isteri Bupati Balangan, Bunda Sri Hadi (Hj Sri Huriyati), dengan Maria Ulpah selaku warga yang mengalami ODGJ dan anak keduanya mengalami gejala Down Syndrome.
Sejak awal menemukan kasus Maria Ulpah, seorang pasien Orang Dalam Gangguan Jiwa (ODGJ) yang terpaksa dipasung dengan pasungan kayu, dan salah satu anaknya mengalami gejala Down Syndrome, Bunda Sri bekerja keras di tengah terpaan sinis masyarakat untuk membantunya.
Mulai dari menyebut apa yang dilakukannya sebagai pencitraan, buang-buang anggaran, hingga tidak terima ketika ia yang dinilai masyarakat telah berjuang luar biasa menyelamatkan Maria Ulpah.
Hal tersebut tak menyurutkan langkahnya, hingga berbagai cara bahkan berbagai instansi terkait serta lembaga dan organisasi lainnya ia sambangi demi menyelamatkan Maria Ulpah.
Sejak Februari 2021 lalu, Bunda Sri rutin memantau perkembangan Maria Ulpah dan anaknya, serta terus mencari solusi dari tingkat desa, kecamatan, kabupaten, hingga tingkat provinsi.
Sampai pada akhirnya, 14 Juli 2021, bekerjasama dengan pihak desa dan kecamatan serta Polsek Halong, Dinas Sosial Kabupaten Balangan, serta Balai Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Mental (BRSPDM) “Budi Luhur” Banjarbaru, agenda Bebas Pasung Maria Ulpah terlaksana.
Maria Ulpah dibawa ke RSJ Sambang Lihum untuk perawatan dan menjalani pengobatan. Pada Senin 26 Juli 2021, akhirnya pihak RSJ Sambang Lihum menyatakan Maria Ulpah sudah bisa dilakukan penjemputan.
Selanjutnya Maria Ulpah dititipkan di Balai Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Mental (BRSPDM) “Budi Luhur” Banjarbaru, untuk pembinaan serta pelatihan keterampilan, hingga beberapa bulan ke depan.
“Alhamdulillah, Maria sudah mulai membaik dan sudah keluar dari RSJ Sambang Lihum, dan kini dititipkan di Balai Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Mental (BRSPDM) “Budi Luhur” Banjarbaru, untuk mendapatkan pelatihan selama tiga bulan setengah,” ungkap Bunda Sri yang terus memantau perkembangan Maria.
Bunda Sri tak kuasa menyembunyikan rasa bahagianya ketika melihat keadaan Maria sekarang yang jauh lebih baik dari sebelumnya, perkembangannya begitu pesat.
“Saya sangat bahagia dan terharu melihat keadaan Maria sekarang, karena saya melihat sendiri bagaimana Maria dulu. Dari yang pakaiannya tidak teratur, terbuka, sekarang Maria sudah berpakaian lebih rapi, sudah mau menggunakan kerudung, dan melaksanakan protokol kesehatan dengan memakai masker,” ujarnya haru.
Semoga Maria akan terus membaik dan bisa sembuh total, agar bisa memberikan kasih sayang dan perhatian untuk anak-anaknya. Selain itu, pihaknya juga akan memberikan pembinaan untuk Maria sepulangnya dia dari Budi Luhur.
“Kita akan selalu memantau dan membinanya. Mudah-mudahan dengan keterampilan yang didapatkan dari Budi Luhur bisa membantunya dalam mendapatkan pekerjaan, sehingga bisa membiayai anak-anaknya,” pungkasnya.[]
