Ribuan Jamaah Hadiri Haul Akbar Syekh Muhammad Samman Al Madani Ribuan Jamaah Hadiri Haul Akbar Syekh Muhammad Samman Al Madani 

Ribuan Jamaah Hadiri Haul Akbar Syekh Muhammad Samman Al Madani 

Diposting pada

Editor : Almin Hatta

PARINGIN – Ribuan jamaah memadati Haul Ke-253 Syekh Muhammad Samman Al Madani yang dikenal masyarakat dengan panggilan Syekh Samman di Masjid Ja’mi Kecamatan Batumandi, Kabupaten Balangan, Sabtu (31/7) malam.

Dihadiri oleh para Habaib selaku dzurriyat Baginda Rasulullah SAW, para tokoh agama dan tokoh masyarakat, manakib Syekh Muhammad Samman Al Madani dibacakan oleh seorang ulama besar dan sangat terkenal di Kalimantan, yakni Guru KH Zhofarrudin atau dikenal Guru Udin Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur.

Dalam kesempatan tersebut, KH Zhofaruddin sempat menyinggung masalah pandemi global Covid-19. Beliau mengingatkan, untuk meningkatkan imun, agar para jamaah terus meningkatkan iman dan taqwa dengan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

“Meningkatkan iman dan taqwa kepada Allah SWT, bersholawat, berdzikir, dan mendengarkan ceramah serta tabligh akbar, dapat meningkatkan imun, serta agar tidak stres dimasa pandemi Covid-19 ini” imbuh beliau di hadapan para jamaah.

Tentang Syekh Muhammad Samman Al Madani, baik popularitas maupun karomah kewalian seorang Syekh Muhammad Samman Al Madani, sudah sangat terkenal dan membudaya di kalangan masyarakat Kalimantan Selatan, tidak terkecuali masyarakat bagi warga Kabupaten berjuluk Bumi Sanggam.

Dimana beliau memiliki nama lengkap yaitu Muhammad bin ‘Abd al-Karim al-Madani as-Syafi’i as-Samman. Beliau lahir pada tahun 1132 H/1718 M di Madinah yang berasal dari kaum Quraisy, dan juga wafat di sana pada tahun 1189 H/1775 M, dan dimakamkan di pemakaman Baqi’ yang mana istri dan sahabat Baginda Rasulullah SAW juga dimakamkan di sana.

Dengan gelar Gauts az-Zaman al-Waliy Qutb al-Akwan asy-Syaikh Muhammad bin Abdul Karim as-Samman al-Madani, beliau diberi gelar oleh murid-muridnya as-Samman yang artinya pedagang mentega, karena di saat makanan mereka habis, beliau menurunkan ember ke dalam sumur dan ketika ember tersebut muncul, ember itu penuh dengan mentega.

Adapun gelar-gelar yang pernah beliau dapatkan antara lain al-Waliy al-Kamil Mukammil (seorang wali yang sempurna lagi disempurnakan), Khatam Ahl al-‘Irfan (penutup para ahli ma’rifat), al-‘Arif billah (orang yang kenal dengan Allah), dan banyak lagi gelar kemuliaan, serta karomah dari seorang ulama besar yang merupakan salah satu dzurriyat Baginda Rasulullah SAW dari garis Sayyidina Hasan bin Ali, putra Sayyidah Fatimah az-Zahra binti Baginda Rasulullah SAW.

Syekh Muhammad Samman Al Madani hidup dan besar di Madinah, dan menempati rumah peninggalan Sayidina Abu Bakar ash-Shiddiq, khalifah pertama kaum Muslimin.

Dalam peringatan setiap tahun atau haul, kisah tentang karomah dan kewalian Syekh Muhammad Samman Al Madani tidak akan habis jika diceritakan hingga ratusan episode, bahkan hingga haul ke-253, masih banyak kisah baru tentang keimanan seorang waliyullah ini.

Dalam kesempatan tersebut, Al Habibana Muhammad Zaky Alaydrus berpesan, agar dengan mendengarkan karomah kewalian seorang waliyullah, maka jadikan sebagai penambah iman dan taqwa kepada Allah SWT.

“Jangan sampai kita hanya mendengarkan kisah, lalu lupa mengamalkannya. Jadikan semua itu sebagai penambah semangat untuk terus beriman dan bertaqwa kepada Allah SWT serta mencintai Baginda Rasulullah SAW, apalagi di masa pandemi global Covid-19 ini,” pungkas beliau.[]