Editor : Almin Hatta
SEANDAINYA boleh memilih, maka Rida memilih kuliah secara tatap muka seperti dulu, sebelum terjadinya pandemi Covid-19.
Rida adalah warga Desa Wuran, Kecamatan Karusen Janang, Kabupaten Barito Timur (Bartim ), Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng).
Gadis bersuara lembut ini tercatat sebagai mahasiswi Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi (STIA) Amuntai, Kabupaten Hulu Sungai Utara, Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel).
“Menjalani kuliah secara daring jelas berbeda dengan kuliah secara tatap muka. Sebab, kuliah secara tatap muka bisa langsung bertemu dengan dosen yang pengajar, dan lebih mudah memahami apa yang diajarkan,” katanya, Minggu (8/8/2021).
Rida menuturkan, kuliah secara daring banyak tugas yang diberikan dosen, dan harus diselesaikan sendiri. Sehingga banyak menguras pikiran.
“Kalau kuliah tatap muka kan langsung berhadapan dengan dosen, lebih memudahkan kita untuk memahami apa yang diajarkan,” ujarnya.
Rida mengaku sudah menjalani kuliah pada masa pandemi Covid-19 dengan sistem daring ini lebih dari satu tahun. “Belajarnya setiap hari Jum’at dan Sabtu,” ucapnya.
Di sisi lain, papar Rida, biaya kuliah secara daring jelas lebih murah dibanding secara tatap muka. Sebab, kalau kuliah tatap muka, ia harus tinggal di Amuntai dan bayar uang kos.
Rida yang sekarang memasuki semester 5 mengaku sudah rindu kampus, dan sangat rindu kepada teman-teman kuliah.
“Saya berharap pandemi Covid-19 ini cepat berlalu, sehingga bisa kuliah tatap muka lagi, dan bisa bertemu kembali dengan teman-teman. Saya juga berharap bisa segera menyelesaikan kuliah, untuk kemudian mencari pekerjaan,” ujarnya.[]
