Editor : Almin Hatta
TAMIYANGLAYANG – Pekerjaan siring bahu jalan serta penggalian saluran drainase dinilai telah menghancurkan pipa saluran air Pamsimas Desa Didi, Kecamatan Dusun Timur, Kabupaten Barito Timur (Bartim), Kalimantan Tengah.
Padahal, keberadaan Pamsimas (Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat) ini sangat dibutuhkan seluruh warga Desa Didi.
“Kami sangat menyayangkan hal ini. Pengerjaan penggalian saluran drainase itu mengenai saluran pipa Pamsimas,” kata Kepada Desa Didi, Yunggusman, saat dikofirmasi hal tersebut di ruang kerjanya, Kamis (19/8/2021).
Menurut Yunggusman, pihak Pemerintah Desa Didi tidak pernah diberitahu oleh pelaksana proyek pembuatan saluran drainase tersebut.
“Baik dari pekerjanya, pemborong, pengawas, maupun kepala kerja di lapangan, tidak pernah memberi tahu kepada kami akan adanya proyek tersebut,” tegasnya.
“Mereka juga tidak pernah memberitahu akan adanya pengantaran material pasir, batu, dan bahan lainnya,” tambahnya.
Berkaitan dengan pipa yang pecah dan hancur, Yunggusman berharap pihak kontaktor proyek tersebut datang ke Kantor Desa Didi.
“Kita ingin membicarakan masalah pipa saluran Pamsimas yang hancur itu. Kita tidak berniat menghambat pekerjaan mereka di lapangan. Kita hanya minta mereka melaporkan masalah ini dan bagaimana menyelesaiannya,” ucapnya.
Menurut informasi, papar Yunggusman, panjang pekerjaan pemasangan siring dan drainase tersebut sekitar 200 meter.
“Intinya, kami dari Pemerintah Desa Didi berharap hal seperti ini, hal-hal yang merugikan desa, tidak terjadi lagi,” tegasnya.[]
