Luncurkan TUMI Inclusive, Banjarmasin Siap Jadi Kota InklusiLuncurkan TUMI Inclusive, Banjarmasin Siap Jadi Kota Inklusi

Luncurkan TUMI Inclusive, Banjarmasin Siap Jadi Kota Inklusi

Diposting pada

Editor : Almin Hatta

BANJARMASIN – Setelah berhasil memenangkan Global Urban Mobility Challenge (Kompetisi Mobilitas Perkotaan Tingkat Dunia) di tahun 2019, hari ini Walikota Banjarmasin, H Ibnu Sina, meresmikan program percontohan berbasis warga ‘TUMI Inclusive Banjarmasin’, yang terdiri tiga inisiatif: zona sekolah yang aman dan inklusif, mobilitas inklusif, dan pengelolaan sampah berbasis masyarakat.

Program ini telah digarap di Kelurahan Gadang, Banjarmasin, selama dua tahun, melalui kerjasama yang dipimpin oleh Yayasan Kota Kita, dan diimplementasikan bersama Pemerintah Kota Banjarmasin, Kaki Kota Banjarmasin, Urban+Institute, Difabike, LK3, Universitas Sarjanawiyata, Taman Siswa Yogyakarta, Wasaka Team, Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Banjarmasin, SMAN 2 Model Banjarmasin, SMK NU Banjarmasin, SDN Gadang 2 Banjarmasin, dan SMPN 10 Banjarmasin.

Melalui proses yang mendorong partisipasi warga dan keterlibatan multi-pihak, program ini berhasil mengimplementasikan tiga proyek percontohan: 1) Zona Sekolah Aman dan Inklusif, yang bertujuan untuk mengatasi permasalahan lalulintas di zona sekolah inklusif untuk meningkatkan keamanan dan aksesibilitas; 

2) Layanan Mobilitas Inklusif untuk Membuka Peluang Ekonomi Baru, yang bertujuan untuk meningkatkan aksesibilitas dalam mobilisasi melalui pembuatan motor roda tiga yang dapat digunakan sebagai layanan mobilitas baru di Kota Banjarmasin; 

3) Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat, yang bertujuan untuk memperbaiki manajemen sampah berbasis masyarakat di Kampung Gadang, yang berlokasi di sekitar area percontohan zona selamat sekolah.

Alih-alih mengundang ahli dari luar untuk datang dengan berbagai ide besar untuk menciptakan lingkungan yang lebih baik bagi warga, lokakarya partisipatif yang melibatkan warga Kelurahan Gadang, Banjarmasin, termasuk di dalamnya anak-anak dan penyandang disabilitas, dilakukan dalam perencanaan program percontohan ini untuk mendapatkan aspirasi dan masukan dari warganya sendiri. Sehingga program yang diimplementasikan dapat menciptakan lingkungan yang benar-benar dibutuhkan warga.

Dalam rangka penutupan program dan sebagai bentuk perayaan atas beragam pencapaiannya, Program ‘TUMI Inclusive Banjarmasin: Urban Mobility and Accessibility for All’, diresmikan oleh Walikota Banjarmasin H Ibnu Sina, dalam acara virtual pada hari Kamis (30/9).

“Pemerintah Kota Banjarmasin sangat mengapresiasi program TUMI Inclusive Banjarmasin yang telah mendukung aspirasi warga Kota Banjarmasin, dalam upaya mewujudkan Kota Banjarmasin sebagai Kota Inklusi. Terutama atas proses kolaborasi dan koordinasi semua dinas Pemerintah Kota Banjarmasin. Mulai dari Dinas Pendidikan, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Perhubungan. Melalui program ini, Pemerintah Kota Banjarmasin tidak merasa sendiri dalam mewujudkan cita-cita bagi kota inklusi,” ujar Walikota Banjarmasin ini.

Upaya Kota Seribu Sungai menjadi Kota Inklusi tidak hanya di Kelurahan Gadang. Nantinya Pemko bersama pihak terkait juga akan melakukan replikasi di Kelurahan Belitung.

“Upaya Kota Banjarmasin sebagai Kota Inklusi tidak berhenti sampai di sini. Program ini telah memberi inspirasi bagi kami untuk melihat potensi replikasi di tempat lain di Kota Banjarmasin,” ujar Ibnu Sina.

Ibnu berharap, adanya kolaborasi dan partisipasi dari berbagai sektor ini dapat membangun Kota Banjarmasin menjadi Banjarmasin Baiman.

“Semoga skema kolaboratif dan partisipatif yang diimplementasikan di program TUMI Inclusive Banjarmasin bisa menjadi pedoman kita dalam membangun Kota Banjarmasin ke depan. Mari Kayuh Baimbai (berkolaborasi) untuk Banjarmasin BAIMAN dan Lebih Bermartabat,” harapnya.

Acara peresmian juga dihadiri oleh Martin Hansen, Country Director GIZ Indonesia. “Hubungan bilateral antara Indonesia dan Jerman selama 60 tahun terakhir terus berkembang dalam mendukung pembangunan berkelanjutan dan lestari di bidang energi, pendidikan vokasi dan pengembangan ekonomi, dan konservasi dan lingkungan. Kami bangga dapat bekerja bersama Yayasan Kota Kita, dalam upaya mendorong inklusivitas di Kota Banjarmasin,” ujar Martin Hansen, dalam pidato pembuka acara.

Selain peningkatan fasilitas, percontohan program ini juga berupaya untuk mempromosikan nilai perencanaan inklusif dan pendekatan partisipatif dalam membangun kota yang lebih baik untuk semua dan untuk menampilkan inisiatif ‘TUMI Inclusive Banjarmasin’ sebagai contoh akan bagaimana keterlibatan multipihak dan proses yang digerakkan oleh warga sangat penting dalam mempromosikan perencanaan dan pembangunan inklusif di kota-kota.

Di sisi lain, Ahmad Rifai, Direktur Eksekutif Yayasan Kota Kita, menyatakan bahwa program TUMI Inclusive Banjarmasin menjadi salah satu pencapaian penting yang dicapai dari kolaborasi antara Kota Kita dan Pemerintah Kota Banjarmasin sejak tahun 2011.

“Kota Kita telah bekerja mendukung upaya Kota Banjarmasin sebagai Kota Inklusi selama hampir satu decade, melalui berbagai macam program percontohan dan juga penelitian. Kami harap program TUMI Inclusive Banjarmasin juga dapat menginspirasi pemerintah kota-kota lain di Indonesia, untuk mewujudkan kota yang lebih inklusif, demokratis, dan manusiawi. Kota untuk semua,” kata Ahmad Rifai.[]