Ketua DPRD Bartim Pertanyakan Kontribusi Perusahaan terhadap PAD

Diposting pada

Editor : Almin Hatta

TAMIYANGLAYANG – Kontribusi sejumlah perusahaan yang beroperasi di Kabupaten Bartim (Bartim) terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD), khususnya di sektor perhubungan, ternyata sangat kecil.

Kabar tak sedap ini diungkapkan oleh Ketua DPRD Bartim, Nur Sulistio SPd I, dalam rapat kerja antara DPRD dengan jajaran Pemkab Bartim dan perwakilan sejumlah perusahaan, yang digelar di DPRD Bartim, Rabu (28/9/2021) kemarin.    

“Sampai sejauh ini, menurut informasi dari Dinas Perhubungan, dari target pendapatan Rp5 miliar ternyata baru terealisasi Rp14 juta. Jadi baru tercapai 0,0 sekian persenlah. Nah, ini tentu sesuatu yang mengagetkan. Padahal ada sekian banyak pelaku usaha di Barito Timur ini, mulai dari perkebunan, pertambangan, dan lain-lainnya,” katanya kepada media, seusai rapat tersebut.

Karena itu Nur Sulistio mempertanyakan, apa kontribusi dari aktivitas sejumlah perusahaan besar tersebut terhadap pendapatan daerah?

“Padahal dampak dari adanya operasional perusahaan tersebut bisa terjadi banjir. Bisa terjadi konflik di tengah masyarakat, misalnya lantaran sistem plasma yang tidak selesai atau masalah HGU yang belum tentu sesuai. Itu semua menjadi beban daerah. Tapi kontribusinya belum didapatkan oleh daerah,” ujarnya. 

Nur Sulistio menegaskan, kita semua tentu tidak menginginkan terjadi gejolak. Tapi, kalau pun terjadi, tentu daerah yang menanggungnya. 

“Namun di sisi lain, daerah tidak mendapatkan apa-apa untuk kemakmuran masyarakat dengan adanya sejumlah perusahan di Barito Timur ini. Memang ada sejumlah putra daerah yang menjadi karyawan, tapi itu tentu sudah sewajarnya,” ucapnya.

Karena itulah, papar Nur Sulistio, dalam rapat kerja tadi pihaknya selaku wakil rakyat mendorong agar pembangunan Pelabuhan Telang Baru secepatnya diselesaikan, dan segera difungsikan. Sehingga bisa menjadi keran pemasukan bagi pendapatan daerah.

“Aset Pelabuhan Telang Baru diharapkan menghasilkan PAD Barito Timur. Dan informasi terakhir, penyerahan aset sudah dilakukan, tapi serahterimanya belum,” katanya.

Terkait dengan Pelabuhan Telang Baru ini, Nur Sulistio mengharapkan agar dilakukan pengecekan ulang masalah perizinannya. 

“Dengan beroperasinya Pelabuhan Telang Baru ini, diharapkan dapat menghasilkan PAD. Jadi kita dorong kerjasamanya dengan pelaku usaha atau perusahaan di Bartim ini,” tegasnya.[]