Editor : Almin Hatta
TAMIYANGLAYANG – Pandemi Covid-19 benar-benar berdampak ke mana-mana. Bahkan cukup banyak pelajar yang akhirnya memutuskan berhenti sekolah. Ada yang karena keasyikan bekerja, dan bahkan ada yang karena kawin.
“Selama Corona berkepanjangan yang hampir 2 tahun, menyebabkan sejumlah murid kami berhenti sekolah, disertai surat pernyataan dari orangtua dan siswa yang bersangkutan,” kata Kepala SMKN1 Tamiang Layang, Drs H Mulyadi, Kamis (21/10/2021).
Mulyadi menjelaskan, tercatat ada 9 murid SMKN 1 Tamiang Layang yang sudah resmi mengundurkan diri, yakni dengan surat pernyataan dari murid itu sendiri dan orangtuanya.
“Tak semuanya memberikan alasan, kenapa mengundurkan diri. Tapi ada satu murid wanita yang menyatakan telah menikah (kawin) atas persetujuan orangtuanya. Juga ada satu murid pria yang mengaku sudah bekerja, dan memilih berhenti sekolah,” ujarnya.
Sementara itu, sejak Senin (18/10/2021) lalu SMKN 1 Tamiang Layang, Kabupaten Barito Timur (Bartim), telah mulai melaksanakan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas.
“PTM terbatas di SMKN 1 Tamiang Layang ini kita terapkan 2 shift dengan aturan 50% murid yang kita bagi menjadi 2 shift untuk tiap kelas. Jadi tiap kelas hanya diisi 15 sampai 18 murid saja,” ucap Mulyadi.
Disebutkan, pembelajaran dimulai dari jam 06:30 sampai jam 09:45 untuk shift pertama, dan langsung pulang. Lalu disambung dengan shift kedua dari jam 10.00 sampai 12:30.
“Jadi tidak sampai sore, sebagaimana biasanya. Lama belajar pun dibatasi, hanya 30 menit untuk satu mata pelajaran. Tapi semua mata pelajaran tetap diajarkan, dan seluruh ruang kelas yang berjumlah 15 kita pergunakan untuk PTM ini,” ucapnya.[]
