Editor : Almin Hatta
BANJARMASIN – Suasana Aula Bhayangkari Mathilda Batlayeri di Mapolda Kalsel, Jalan S Parman, Banjarmasin, Selasa (2/11/2021) kemarin terlihat lebih ramai dari biasanya.
Sekitar 60 anak-anak nampak tertawa ceria saat menyaksikan badut beraksi menunjukkan trik-triknya.
Ada pula yang asyik berfoto dengan orang berkostum superhero Iron Man di aula yang tiang-tiangnya dihias dengan balon-balon berwarna-warni.
Keceriaan anak anak di acara tersebut merupakan Kegiatan Polda Kalsel yang menggelar acara “Dukungan Psikososial Bagi Anak-Anak Terdampak Covid-19 Tahun 2021”.
Dalam kegiatan ini Polda Kalsel melibatkan Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI) Wilayah Kalsel, dan Dinas Sosial Provinsi Kalsel.
Dukungan penuh juga diberikan pihak swasta. Yaitu Jhonlin Group dan Hasnur Group, dalam kegiatan yang bertujuan memetakan dan membantu pemulihan kondisi psikologi sosial anak-anak yang terdampak pandemi.
Anak-anak yang diikutkan kegiatan ini mayoritas telah kehilangan salah satu atau kedua orangtuanya, akibat pandemi Covid-19. Selain itu, ada pula anak-anak dari kalangan penyandang disabilitas.
Wakapolda Kalsel, Brigjen Pol Mohamad Agung Budijono, yang membuka kegiatan mengatakan, kondisi psikologi anak-anak tentu lebih rentan terdampak efek dan situasi pandemi dibanding orang dewasa.
“Mereka belum bisa memahami situasi dan kondisi, apalagi mereka yang kehilangan orangtua. Mereka butuh kasih sayang, butuh perhatian di masa kecil sudah tidak ada lagi figur yang menemani. Maka kita upayakan agar mereka tidak down, tetap semangat menjalani hidup, dan tetap semangat belajar. Karena mereka ini penerus Bangsa,” ujarnya.
Ketua HIMPSI Wilayah Kalsel, Sukma, mengatakan, sejumlah metode digunakan untuk memetakan kondisi psikologi sosial anak. Salah satunya mengajak mereka bermain dengan cara yang interaktif. Dari situ dapat terlihat dan diamati, bagaimana respon dan reaksi anak saat diajak bermain.
“Jika anak ini lebih banyak diam saat diajak bermain, maka itu menunjukkan ciri ada kondisi traumatik. Lebih jauh akan ditanyakan, apakah anak mengalami mimpi buruk dan yang lainnya,” katanya.
Jika ciri-ciri traumatik didapati, papar Sukma, maka akan ditindaklanjuti dengan konseling. Baik pada anak maupun orangtua atau pengasuhnya.
Menurut Sukma, kondisi lamanya anak-anak dibatasi hanya beraktivitas di rumah, tanpa interaksi dengan anak-anak lain seperti di taman bermain atau sekolah, juga kemungkinan memiliki dampak psikologis sosial.
“Hal ini juga akan digali, untuk mengetahui apakah anak-anak dapat beradaptasi dengan kondisi sosial pandemi saat ini atau tidak,” ujarnya.
Perwakilan Jhonlin Group, Rikval Fachruri, di sela acara mengatakan, dukungan Jhonlin Group dalam kegiatan ini merupakan wujud bantuan pembinaan di bidang sosial terhadap masyarakat yang terdampak pandemi Covid-19, dan kali ini spesifik untuk kalangan anak-anak.
Pada kesempatan ini, Rikval juga secara simbolis menyerahkan bantuan dari Jhonlin Group berupa beasiswa kepada puluhan anak-anak peserta kegiatan yang dipusatkan di Mapolda Kalsel ini.
“Beasiswa untuk sekolah anak-anak ini sejak SD sampai selesai SMA. Kami juga membantu melalui CSR (Corporate Social Responsibility),” kata Rikval.
Sejumlah Pejabat Utama Polda Kalsel, termasuk Karo SDM, Kombes Pol Nanang Masbudi, Direktur Reserse Kriminal Khusus, Kombes Pol Suhasto, Direktur Polairud, Kombes Pol Takdir Mattanete, dan yang lainnya juga turut hadir dalam kegiatan ini.[]
