BALANGAN – Hujan yang terus turun beberapa hari belakangan ini, menyebabkan terjadinya sejumlah bencana alam. Mulai dari kenaikan debit air, hingga tanah longsor.
Contohnya di Desa Kambiyain, Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Balangan, telah terjadi tanah longsor pada beberapa titik.
“Akibatnya, jalan di kawasan Desa Kambiyain tidak bisa dilewati oleh kendaraan roda dua maupun roda empat,” kata Kapolsek Awayan, Ipda Rahmadani, Senin (29/11/2021).
Selain tanah longsor, papar Ipda Rahmadani, luapan air Sungai Kambiyain juga membuat sebuah jembatan darurat hancur dan hanyut. Serta sebuah jembatan ambruk, dan tidak bisa dilewati lagi.
“Anggota kami telah melakukan pengecekan langsung ke lokasi tanah longsor dan ambruknya Jembatan Kambiyain tersebut,” ujarnya.
Ipda Rahmadani menjelaskan, jembatan ambruk tersebut kemudian hanyut terbawa arus air yang sangat deras. Untuk sementara warga menggunakan jembatan darurat yang hanya bisa dilewati kendaraan roda dua.
Sedangkan di titik longsor pertama, sudah dibuatkan jalur darurat dan bisa dilalui kendaraan roda dua. Sementara di titik longsor kedua, sejauh ini belum bisa dilewati. Baik oleh kendaraan roda dua, apalagi roda empat.
“Akses jalan belum bisa dibuka, kecuali dilakukan pembersihan dengan menggunakan alat berat seperti excavator dan bulldozer,” katanya.
Saat ini masih dilakukan pembuatan akses jalan darurat oleh Polsek Awayan, Koramil Awayan, dan masyarakat sekitar. Agar akses kendaran ke RT 2, RT 3 dan RT 4 bisa terjangkau kembali.
Akibat terjadinya tanah longsor ini, beberapa tiang listrik PLN tumbang. Akibatnya listrik pun padam.
“Sitkamtibmas Desa Kambiyain sampai saat ini dalam keadaan aman dan kondusif, dan tidak ada korban jiwa,” pungkas Kapolsek Wayan Ipda Rahmadani.[]
Editor : Almin Hatta
