Pasca Covid, Akseptor KB Tanbu Meningkat

Diposting pada

BATULICIN – Pemasangan implant (KB susuk) di Kabupaten Tanah Bumbu (Tanbu) kini mulai meningkat, mengingat sejak merebaknya Covid-19 pada 2020 lalu sempat mengalami penurunan.

Pasca turunnya pemasangan implant tahun lalu, kini Kabupaten Tanbu telah membuktikan melalui program 1 juta akseptor secara nasional. Yakni  mencapai 104% dari target yang ditetapkan.

Hal ini dikatakan Kepala Dinas Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DKBP3A) Kabupaten Tanbu, Hj Narni SKM, di sela acara Peringatan Hari Keluarga Nasional Ke-29 yang digelar di Gedung Mahligai Bersujud, Batulicin, Senin (05/07/2022).

Hj Narni menyebutkan, kegiatan ini merupakan bentuk kerjasama Pemerintah Daerah dengan beberapa organisasi wanita yang ada di Tanbu, untuk mencarikan akseptor (pemasang implant) yang ada di organisasi masing-masing.

“Alhamdulillah, akseptor yang dicari telah tercatat 80 lebih pemasang implant, dan itu memang sesuai dengan target kita,” ujarnya.

Hj Narni menganjurkan alat kontrasepsi jangka panjang (MKJP) antara lain implant IUD, spiral, metode operasi bagi pria atau MOP, dan metode operasi wanita atau (MOW).

“Diantara 4 alat kontrasepsi itu, yang paling diminati adalah implant,” ucapnya.

Terkait pencarian MOP atau pasektomi bagi pria, papar Hj Narni, dinilai susah dicarikan akseptornya. Tetapi untuk Tanbu, pihaknya tetap mendapatkan sesuai yang ditargetkan Propinsi Kalsel.

“Terkait pasektomi itu, penggunaan KB pria sudah dijamin keamanannya, serta dinilai sehat bagi penggunanya,” tuturnya.

Karenannya, diharapkan para pria sadar dan mau melakukan dan ikut terlibat dalam KB pria melalui MOP tersebut.()

Editor : Almin Hatta