BATULICIN – Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu (Pemkab Tanbu), melaksanakan Peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) Ke-29 Tahun 2022 di Gedung Mahligai Bersujud (Kapet), Batulicin, Selasa (5/7/2022).
Pelaksanaan ini berdasarkan tindak lanjut surat dari Kantor Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Provinsi Kalimantan Selatan Nomor: 567/PK.04/J4/2022, perihal Teknis Pelaksanaan Harganas Ke-29 tingkat provinsi dan kabupaten/kota.
Peringatan Harganas bertujuan mensinergikan gerakan dan langkah keluarga Indonesia mencegah Stunting. Harganas kali ini mengusung tema “Ayo Cegah Stunting Agar Keluarga Bebas Stunting”.
Bupati Tanbu, HM Zairullah Azhar, melalui Sekretaris Daerah (Sekda) H Ambo Sakka menyampaikan, tentu ada hikmah yang bisa dipetik bersama dari acara rutin tahunan ini.
Menurut Sekda Ambo Sakka, ada 8 fungsi keluarga.
“Pada fungsi keluarga dua diantaranya, yaitu sebagai pendidikan agama, fungsi sosialisasi dan sopan santun dalam keluarga. Back to basic (kembali ke keluarga), dimana keluarga harus utuh dan anak harus dijaga. Begitu pula dengan Stunting, harus bisa dikendalikan. Alhamdulillah Kabupaten Tanbu pada tahun 2019-2020 telah meraih prestasi pertama dalam penanganan Stunting di Kalimantan Selatan. Secara umum Stunting di Tanbu bisa dikendalikan dengan baik,” katanya.
Sementara itu, Kepala Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Tanbu, Hj Narni, menjelaskan, dasar pelaksanaan kegiatan sesuai dengan Peraturan Presiden RI Tahun 2014.
“Alhamdulillah, Kabupaten Tanbu pada hari ini melaksanakan peringatan Harganas dengan suatu tujuan, mengajak para stakeholder yang punya kepentingan untuk ikut di dalam pembangunan “Bangga Kencana”, agar keluarga di Tanbu jangan lagi masuk kepada keluarga yang berisiko Stunting. Pola makan keluarga harus dijaga, khususnya pada ibu hamil, baduta, dan remaja putri. Perhatikan juga lingkungan sehat (penggunaan air bersih, jamban sehat dan pola makan yang sehat). Ibu juga jangan sampai masuk ke 4 T ( ibu yang hamil Terlalu Muda, Terlalu Tua, Terlalu Sering, dan Terlalu Banyak), akan berisiko besar terjadi Stunting,” ungkapnya.
Sebagai informasi, hari ini juga telah dilakukan kegiatan pemasangan implant KB serentak, yang bekerjasama dengan para Organisasi Wanita Tanbu. Sudah terdata sekitar 80 yang ikut melakukan pemasangan KB.
“Kita berharap, generasi baduta saat ini dan generasi yang akan dilahirkan, tidak ada yang mengalami Stunting. Sehingga generasi muda yang kita persiapkan untuk memimpin negara ini, khususnya Kabupaten Tanah Bumbu, betul-betul generasi berkualitas, punya karakter, dan beretika yang baik. Merekalah yang akan menjadi generasi emas nantinya,” papar Narni.
Kegiatan berakhir dengan peninjauan kegiatan pemasangan alat kontrasepsi/implant bagi para wanita, yang disaksikan langsung oleh BKKBN Prov Kalsel dan Sekda Tanbu beserta jajaran.
Kegiatan ini dihadiri oleh Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Tanah Bumbu dan para pejabat di lingkungan Pemkab Tanbu, BKKBN Prov Kalsel, Koordinator Bidang ADPIN BKKBN, Kepala DP3AP2KB Tanbu beserta jajaran, Camat se-Tanbu, Organisasi Wanita se-Tanbu, Forum Anak Kabupaten Tanbu, Tim Puskesmas dan pendamping keluarga, serta tamu undangan.[]
Editor : Almin Hatta
