Wahyu Windarti: Target Penanganan Stunting Bisa Tercapai dengan Kerjasama yang Baik

Diposting pada

BATULICIN – Dengan kerjasama yang baik antara semua pihak, maka target penanganan stunting akan bisa dicapai.

Demikian ditegaskan Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (Tim PPS) Kabupaten Tanah Bumbu (Tanbu), Hj Wahyu Windarti Zairulllah, saat memberikan laporan hasil Rapat Koordinasi (Rakor) Pemantauan Evaluasi Kinerja Tim PPS Kabupaten Tanbu Tahun 2022 di Seroja Room Hotel Eboni, Batulicin, Selasa (18/10/2022).

Kesimpulan di atas didapat Hj Wahyu Windarti dari hasil studi banding Tim PPS Tanbu di Kota Batu, Jawa Timur. Disebutkan, melalui kerjasama semua pihak, Kota Batu berhasil menurunkan angka stunting 13%. Yakni dari 28% menjadi 15%.

“Pemerintah Kota Batu memiliki dokumen kajian akademis penurunan stunting, dan memiliki relawan untuk verifikasi data,” katanya.

Karena itu Hj Wahyu Windarti berkeyakinan, dengan kerjasama semua pihak, maka persoalan stunting di Kabupaten Tanbu akan dapat diatasi sesuai target yang telah ditetapkan.

“Dengan demikian, Kabupaten Tanbu di Tahun 2045 nanti semoga berhasil menjadi generasi emas di Indonesia,” ujarnya.

Hj Wahyu Windarti menambahkan, percepatan penurunan stunting merupakan  program prioritas nasional, dan Tanbu adalah salah satu kabupaten locus nasional pada tahun 2019.

Dia menguraikan, strategi nasional percepatan penurunan stunting menyebutkan ada 5 pilar strategi nasional. 

Pertama; peningkatan komitmen pada misi kepemimpinan. 

Kedua; meningkatkan komunikasi perubahan perilaku dan memberikan pemberdayaan masyarakat.

Ketiga; peningkatan konfergensi, intervensi.

Keempat; peningkatan ketahanan pangan dan gizi.

Kelima; penguatan dan pengembangan daya riset dan inovasi.

“Dalam upaya percepatan penurunan stunting, tentunya kita harus memiliki kekuatan. Antara lain, kelembagaan BPPS Kabupaten, Kecamatan, dan Desa, yang diharapkan agar terbentuk,” ujarnya.

“Alhamdulillah, angka stunting tahun 2021 di Kabupaten Tanbu masuk kategori terendah untuk wilayah Kalimantan Selatan, dengan angka 18,7%. Namun berdasarkan hasil evaluasi BPPS tahun 2021 untuk locus nasional, adalah peringkat kedua di Kalsel dan urutan ke-8 dalam aksi konfergensi,” tutupnya.(win)

Editor : Almin Hatta