Arahan Mendagri Terkait Inflasi di Daerah

Diposting pada
BATULICIN – Presiden Ir Joko Widodo belum lama tadi mengungkapkan, yang patut disyukuri saat ini bahwa pertumbuhan ekonomi di Indonesia masih cukup baik. Yakni di atas 5,72% pada triwulan terakhir 2022.

Disebutkan 1 tahun terakhir 5,22%, dan itu sangat bagus dibanding pertumbuhan negara lain yang jauh di bawah 5%.

Kemudian, dari segi inflasi kita juga masih relatif terkendali, 5,41%  di akhir tahun, yakni menurun pada bulan September 5,9%. Kemudian Oktober 5,7%, November 5,4%, dan Desember naik sedikit 4,5%.

Demikian disampaikan Mendagri Tito Karnavian dalam Rakor Penanganan Inflasi Nasional secara Daring, Selasa (24/01/2023), di Sekretariat Kemendagri, yang terhubung ke DLR  Kantor Bupati Tanbu dan dihadiri Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setda Tanbu, Ir H Riduan.

Arahan Presiden pada Rakornas tersebut jelas berkaitan erat dengan penanganan inflasi, dan diikuti secara daring oleh para pengambil kebijakan di daerah.

Selanjutnya, Tito Karnavian menjabarkan arahan Presiden sebagai berikut: Dalam hal pengendalian inflasi, pertama para kepala daerah diminta pantau langsung di lapangan dan hati-hati dalam mengatur tarif PDAM maupun angkutan umum.

Kedua; turunkan kemiskinan extrem sampai target 0% pada 2024.

Ketiga; dorong kepala daerah untuk turunkan stunting di bawah 14% di tahun 2024.

Keempat; segera selesaikan dua masalah besar investasi. Yakni kesesuaian kegiatan pemanfaatan ruang (KKPR), dan persetujuan bangunan gedung (PBGD).

Kelima; maksimalkan pengelolaan keuangan daerah dengan bangun dana abadi, dan pastikan APBD dibelanjakan untuk produk-produk buatan dalam negeri.

“Yang tak kalah penting dalam penanganan ini adalah menjaga stabilitas politik dan keamanan menjelang  pemilihan umum (pemilu) di tahun 2024,” ujarnya.(win)

Editor : Almin Hatta