Satu dari 3 ODGJ di Bartim Sembuh

Diposting pada

TAMIYANGLAYANG – Pemerintah Daerah Kabupaten Barito Timur (Bartim), melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa dan Sosial (DPMDSos), pada tahun 2023 ini kembali menangani secara intensif Orang Dengan Gangguan Jiwa ( ODGJ).

“Ada 3 ODGJ yang kami tangani pada tahun 2023 ini di wilayah Kabupaten Bartim, semuanya tergolong dalam keadaan gangguan jiwa,” kata Kepala DPMDSos Bartim, Ir Barnusa MM, melalui Kepala Bidang Sosial, Tuberta Hartano, ketika ditemui di ruang kerjanya, Senin (13/2/2023).

Tuberta menyebutkan, penanganan 3 ODGJ tersebut dilakukan bekerjasama dengan pihak terkait. Yakni dengan Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Kalawa Atei.

“Mereka sudah kita rujuk ke rumah sakit tersebut. Biasanya perawatan gangguan jiwa di RSJ sekitar 21 hari. Kalau memang sudah boleh pulang, maka pihak rumah sakit menghubungi DPMDSos untuk penjemputan,” ujarnya.

Dari 3 orang tersebut, ungkap Tuberta, yang sudah dijemput karena telah dinyatakan sembuh, ada satu orang.

“Kini ia sudah berada di rumah orangtuanya. Kemarin sudah diantar berobat lanjutan ke RS di Amuntai, didampingi staf sosial,” tuturnya. 

Pada tahun 2023 ini, lanjut Tuberta, juga ada warga terlantar termasuk ODGJ, yang ditemukan pihak Polsek Dusun Timur. Alamatnya tidak ada, namun pernah berobat di RSJ Kalawa Atei Palangkaraya.

“Segera kita lakukan koordinasi dengan pihak Polsek dan pihak lainnya, untuk pengantaran ke Palangkaraya, dan sudah kita lakukan penanganan,” ucapnya.

Tuberta menuturkan, untuk pasien yang telah selesai menjalani perawatam di RSJ Kalawa Atei, tetap dilakukan kontrol ke rumah sakit tersebut.

“Selanjutnya tergantung saran dokter yang merawatnya. Apakah kontrol selanjutnya tetap di rumah sakit yang sama, atau harus ke rumah sakit lain. Untuk pengambilan obat bisa di Puskesmas terdekat sesuai alamat si pasien. Tapi ada juga yang harus mengambil ke Rumah Sakit di Amuntai, tergantung petunjuk dokter sepesialis yang menanganinya,” ujarnya.[]

Editor : Almin Hatta