TAMIYANGLAYANG – Potensi lahan untuk penempatan transmingran (Program Transmigrasi) di Kabupaten Barito Timur (Bartim) saat ini masih cukup banyak.
Demikian ditegaskan Kepala Bidang Transmigrasi dan Perindustrian Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi dan Perindustrian (Disnakertran) Bartim, Parluhutan Tampubolon, ketika ditemui di ruang kerjanya, Jum’at (3/3/2023).
Parluhutan Tampubolon, atas nama Kepala Disnakertran Bartim, Albert, menjelaskan, penduduk Bartim selama ini terpusat di tempat- tempat tertentu saja.
“Sehingga ada beberapa pemukiman yang padat, tapi di sejumlah wilayah justru masih sangat sedikit penduduknya. Bahkan ada daerah-daerah tentu yang masih kosong, karena pemukiman yang terpisah-pisah atau berjarak cukup jauh,” ujarnya.
Sebagai contoh, Parluhutan Tampubolon menunjuk kawasan Dambung yang memiliki lahan cukup luas namun belum terkelola karena penduduknya yang sedikit.
“Jadi, potensi lahan banyak, namun manusianya sangat kurang. Sehingga banyak lahan yang belum tergarap,” ujarnya.
Dampaknya, papar Parluhutan, akses jalan pun turut tidak terkelola maksimal.
“Makanya kita datangkan transmigran, agar potensi lahan yang luas itu bisa termanfaatkan secara maksimal,” ujarnya.
Hanya saja, lanjut Parluhutan, masalahnya tidak hanya sekadar adanya potensi lahan saja. Namun juga berkaitan dengan anggaran dari pusat.
“Sekarang anggaran Transmigrasi dari Kementerian tidak tersedia. Kalau pun ada, jumlahnya sangat sedikit, sementera pengantrinya banyak, ” ucapnya.
“Padahal, Transmigrasi ini dapat memacu penyebaran dan pemerataan penduduk. Jika sudah ada trans, maka akan ada infrastruktur jalan ke kawasan pemukiman trans tersebut, sehingga dapat meningkatkan perenomian warga,”imbunya.[]
Editor : Almin Hatta
