Paringin – Pemerintah Kabupaten Balangan melalui kerja sama dengan PT Adaro Indonesia menyiapkan program sambungan air bersih gratis kepada 667 rumah warga. Inisiatif ini merupakan bagian dari pemanfaatan dana tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) dan akan direalisasikan secara bertahap sepanjang 2024 hingga 2025.
Direktur PDAM Balangan, Arie Widodo, melalui Pjs Kasi Humas dan CSR Yuli Setiawan, menyampaikan bahwa program ini ditujukan untuk masyarakat yang belum terakses jaringan PDAM. “Program ini sudah dimulai sejak 2023 dan dilanjutkan secara bertahap. Target utamanya adalah warga yang belum mendapatkan pelayanan air bersih,” ungkapnya, Rabu (15/1/2025).
Distribusi sambungan gratis akan menyasar sejumlah wilayah, di antaranya: Paringin (241 sambungan), Paringin Selatan (85), Juai (78), Halong (101), Awayan (18), dan Lampihong (144 sambungan).
Setiawan menjelaskan bahwa pemasangan ini sekaligus menjadi langkah investasi jangka panjang untuk peningkatan cakupan pelanggan dan Pendapatan Asli Daerah (PAD). “Kami berharap masyarakat tidak hanya bisa menikmati air bersih, tetapi juga tetap disiplin dalam membayar tagihan pemakaian air,” ujarnya.
Pendaftaran program sudah dibuka, dan masyarakat dapat mengajukan permohonan di kantor induk PDAM yang terletak di seberang Kantor Kecamatan Paringin. Calon penerima diminta menyiapkan dokumen administrasi, termasuk KTP asli Balangan, yang akan diverifikasi oleh tim lapangan PDAM.
Program ini juga menjadi upaya bersama antara pemerintah daerah dan sektor swasta untuk mendukung peningkatan kualitas hidup warga. Air bersih yang memadai sangat penting bagi kesehatan masyarakat dan mengurangi risiko penyakit yang ditularkan melalui air.
Selain aspek kesehatan, Yuli juga menekankan bahwa ketersediaan air bersih akan menunjang produktivitas, terutama di sektor rumah tangga dan usaha mikro.
Sementara itu, perwakilan CSR PT Adaro Indonesia, Zulfadeli Rachman, menyampaikan bahwa inisiatif ini merupakan bagian dari tanggung jawab lingkungan perusahaan sebagaimana tertuang dalam dokumen AMDAL.
“Penyediaan air bersih adalah prioritas kami di wilayah operasional. Melalui program ini, kami berharap bisa memberikan dampak berkelanjutan bagi masyarakat, terutama dalam hal kesehatan dan kualitas hidup,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa selain memberi akses, program ini mendorong masyarakat untuk meninggalkan praktik pengeboran sumur ilegal serta meningkatkan kesadaran akan pentingnya konservasi sumber daya air.
