“Mulok”: Art Up Gelar Pameran Seni Rupa Kedua, Angkat Spirit Lokalitas

Diposting pada

BANJARMASIN – Komunitas seni Art Up kembali menggelar pameran seni rupa untuk yang kedua kalinya. Mengusung tajuk “Mulok”, singkatan dari muatan lokal, pameran ini berlangsung di Bengkel Lukis Solihin, Taman Budaya Kalimantan Selatan, Banjarmasin. Acara pembukaan dilaksanakan pada Rabu, 16 April 2025, dan pameran akan berlangsung hingga 20 Juli 2025.

Alif Nur Siddiq selaku pimpinan produksi Art Up menyampaikan bahwa pemilihan kata “Mulok” bukan tanpa alasan. Diksi tersebut dipilih sebagai bentuk upaya untuk membangkitkan kembali kesadaran terhadap nilai-nilai lokal yang sering kali terlupakan. “Kami ingin membawa kembali kenangan tentang lokalitas ke tengah ruang seni, dengan pendekatan yang dapat diterima oleh masyarakat luas, khususnya generasi muda,” ujarnya.

Ia menambahkan, penyelenggaraan pameran ini dirancang agar dapat dinikmati dengan lebih mudah oleh kalangan muda. Baik dari segi pemilihan karya, penataan ruang, hingga penyampaian informasi, semuanya dikemas agar terasa lebih inklusif, segar, dan relevan.

Pameran ini menghadirkan enam seniman asal Kalimantan Selatan, yakni Aswin Noor, Didi Agus, Hajriansyah, Umar Sidik, Syahriel, dan Fathur Rahmy. Masing-masing menampilkan karya dengan pendekatan visual yang beragam, namun tetap berpijak pada tema besar lokalitas dan identitas kultural.

Kurator pameran, Hajriansyah, menjelaskan bahwa proses kurasi dilakukan dengan seksama, mempertimbangkan bagaimana tiap karya mampu merepresentasikan nuansa lokal secara jujur dan kontekstual. Menurutnya, penting untuk menghadirkan karya-karya yang tidak hanya kuat secara visual, tetapi juga relevan secara gagasan.

Suasana pameran sendiri terasa hangat dan intim. Ruang galeri dibagi dengan sekat-sekat bercat pastel seperti hijau lembut dan oranye muda, menciptakan kesan tenang sekaligus hangat yang menunjang kenyamanan pengunjung. Pencahayaan yang tidak terlalu terang namun terfokus memberi ruang bagi setiap karya untuk “berbicara” dengan caranya sendiri. Beberapa lukisan berukuran besar dengan tema-tema ekspresif dan simbolik dipajang secara teratur, memperlihatkan kekayaan gagasan dan gaya dari para seniman.

Pengunjung dapat menikmati karya dalam suasana yang tidak kaku, justru mendorong interaksi dan perenungan. Keseluruhan atmosfernya terasa ramah, mendalam, dan menyentuh, menjadi wadah yang efektif untuk mempertemukan seni dengan nilai-nilai kedaerahan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Pameran “Mulok” menjadi ruang pertemuan antara seni, budaya, dan identitas lokal—serta mengajak publik untuk kembali mengenali nilai-nilai kedaerahan melalui medium seni rupa kontemporer.