BANJARMASIN – Dunia pers Kalimantan Selatan kembali berduka. Seorang wartawan senior, Amir Hamzah, SH, yang keseharian bekerja di harian Kalimantan Post menghembuskan nafas terakhir, Minggu (27/4) siang.
Almarhum meninggal setelah beberapa waktu dirawat di rumah sakit di Kota Banjarmasin karena sakit.
Kabar duka ini langsung merebak. Tak hanya di kalangan wartawan, namun juga di masyarakat. Maklum, semasa hidupnya, Amir, sapaan akrab, dikenal ramah dan mudah bergaul dengan siapapun.
Terlebih kabar ini diterima dari sabahat sejatinya sejak mengenyam bangku kuliah di Fakultas Hukum Universitas Lambung Mangkurat (ULM) atau dulunya masih bernama Unlam, Dr.H. Fauzan Ramon, SH., MH.
“Saya terkejut dan masih tidak percaya saat menerima kabar duka dari anak almarhum melalui whatsapp sekitar jam setengah tiga sore tadi,” kata Fauzan.
Sebenarnya saat almarhum sakit dan dirawat di rumah sakit, kabar ini juga diterima oleh Fauzan. Namun karena ketika berbarengan dengan kesibukkan kerja di luar daerah sebagai konsultan hukum, sehingga belum sempat untuk membesuknya.
Diakui oleh advokat senior ini, dalam keseharian, almarhum dikenal baik dan ramah. Pun saat menjalankan tugasnya sebagai seorang wartawan, almarhum tegas dan membuat berita secara benar berdasarkan fakta dan beretika.
Diceritakan Fauzan, dirinya kenal dengan almarhum tak hanya selama menjadi advokat dan dia sebagai wartawan. Tetapi sejak kuliah program studi Ilmu Hukum di Fakultas Hukum ULM. “Kami sama-sama angkatan 82 (1982, red). Dulu kampusnya masih di jalan Lambung Mangkurat atau yang sekarang berdiri sebuah bank. Saya sangat akrab dan tahu karakter maupun sifat almarhum. Beliau baik dan ramah. Setelah lulus pun saya tetap berteman, bahkan menjadi mitra karena saya sebagai advokat dan almarhum sebagai wartawan,” tutur Fauzan.
Pria keturunan Sungai Kudung, Kandangan, Kabupaten Hulu Sungai Selatan tak memungkiri bahwa almarhum juga memiliki kelebihan soal menjaga hubungan pertemanan. Bahkan dalam keseharian, sering memberi masukan dan diskusi, terutama terkait dengan persoalan hukum.
Bahkan setiap kali diundang dalam suatu kegiatan, almarhum tak pernah menolak. Terakhir kali bersama almarhum adalah di kegiatan berbuka puasa bersama Ikatan Keluarga Alumni (IKA) FH ULM di kawasan Jl A Yani Km 6 pada bulan Ramadan lalu.
“Semoga amal, ibadah, dan kebaikan almarhum mendapatkan ganjaran pahala dan mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT,” pungkasnya.[]
