Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Balangan kembali menetapkan tiga Desa Tangguh Bencana (Destana) baru, yaitu Desa Muara Jaya (Kecamatan Awayan), Desa Juai (Kecamatan Juai), dan Desa Bungur (Kecamatan Batu Mandi).
Kepala Pelaksana BPBD Balangan, Rahmi, menjelaskan bahwa penetapan Destana dilakukan berdasarkan kriteria potensi kerawanan bencana di masing-masing desa.
“Di tahun sebelumnya kami telah membentuk tiga desa tangguh bencana, dan tahun ini kembali kami bentuk tiga desa lagi,” ujarnya dalam kegiatan Sosialisasi dan Simulasi Pembentukan Destana di Gedung Mayang Maurai, Kecamatan Paringin, Selasa (26/8/2025).
Dalam kegiatan tersebut, BPBD Balangan menghadirkan narasumber dari BPBD Provinsi Kalimantan Selatan untuk memberikan sosialisasi kepada unsur pemerintah desa, aparat, dan masyarakat. Materi yang disampaikan meliputi indikator Destana, peran aktif masyarakat, hingga strategi kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana.
“Secara garis besar, sosialisasi ini menekankan pemahaman masyarakat terkait kesadaran terhadap potensi bencana di wilayahnya. Dengan begitu mereka bisa lebih siaga, waspada, dan mampu melakukan langkah antisipasi,” jelas Rahmi.
Selain itu, pembentukan Destana juga didukung oleh mobilisasi personel, sarana-prasarana, serta alokasi anggaran agar desa benar-benar memiliki kapasitas menghadapi bencana.
Rahmi menegaskan, Kabupaten Balangan menargetkan seluruh desa memiliki status Destana dalam lima tahun mendatang sesuai dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).
“Sesuai RPJMD, lima tahun ke depan kami menargetkan semua desa di Kabupaten Balangan memiliki status Destana. Target ini tentu disesuaikan dengan kemampuan anggaran daerah,” ungkapnya.
Hingga saat ini, Balangan sudah memiliki enam desa berstatus Destana, yakni Desa Baruh Panyambaran (Halong), Desa Galumbang (Juai), Desa Pimping (Lampihong), Desa Muara Jaya (Awayan), Desa Juai (Juai), dan Desa Bungur (Batu Mandi).
