BALANGAN – Ketua DPRD Kabupaten Balangan, Hj. Linda Wati, menegaskan Festival Olahraga Tradisional dan Rekreasi 2025 tidak hanya menjadi ajang perlombaan, tetapi juga sarana mempererat persaudaraan serta melestarikan budaya lokal, khususnya permainan tradisional Banjar, bagi generasi muda.
Menurut Ketua DPRD Balangan, olahraga tradisional seperti balogo merupakan warisan budaya yang sarat nilai kebersamaan, sportivitas, dan silaturahmi. Kegiatan tersebut dinilai efektif memperkuat hubungan antarperangkat daerah, pemuda, dan masyarakat.
Ia menyampaikan apresiasi kepada Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Balangan atas terselenggaranya festival yang dinilai mampu memupuk rasa kebersamaan lintas sektor. DPRD Balangan, lanjutnya, mendukung penuh kegiatan yang berdampak positif bagi pelestarian budaya daerah.
Hj. Linda Wati berharap Festival Olahraga Tradisional dan Rekreasi dapat dijadikan agenda rutin tahunan sebagai bagian dari upaya menjaga identitas budaya daerah sekaligus memperkuat semangat kebangsaan dan kebersamaan masyarakat Balangan.
Festival yang digelar di Lapangan Martasura tersebut diikuti berbagai SKPD di Kabupaten Balangan dengan menampilkan 11 cabang perlombaan, serta dibuka secara resmi melalui pemukulan balogo bersama unsur Forkopimda dan pimpinan daerah.
